REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat melakukan Mi'raj ke langit ketujuh, Rasul SAW tiba di Baitul Ma’mur. Itu adalah tempat yang selalu dimasuki oleh tujuh ribu malaikat setiap harinya.
Di sana pula, Rasulullah Muhammad SAW untuk pertama kalinya menerima perintah shalat sebagai ibadah wajib umat Islam. Saat itu, perintah shalat wajib dilaksanakan 50 kali setiap hari.
Rasulullah SAW kemudian turun dan bertemu dengan Nabi Musa AS dan menceritakan perihal shalat ini.
Nabi Musa menyarankan: "Sesungguhnya umatmu akan merasa berat mengerjakan shalat 50 waktu setiap hari. Kembalilah kepada Tuhanmu (Allah) dan mintalah keringanan untuk umatmu."
Rasul pun kembali untuk meminta keringanan, dan didapatlah keringanan sehingga perintah shalat menjadi 40 waktu setiap harinya.
Kemudian, Rasul menghadap Nabi Musa dan menceritakan perihal ini. Namun, Nabi Musa kembali menyarankan seperti saran sebelumnya: "Sesungguhnya umatmu akan merasa berat mengerjakan shalat 40 waktu setiap hari. Kembalilah kepada Tuhanmu (Allah) dan mintalah keringanan untuk umatmu."
Setelah berkali-kali Nabi Musa menyarankan supaya minta keringanan, akhirnya Allah SWT menetapkan, shalat dikerjakan lima kali dalam sehari semalam.
Dengan jumlah itu pun, Nabi Musa masih menyarankan agar Rasul SAW kembali menghadap Allah dan meminta keringanan.
Dalam sebuah riwayat Musa berkata: "Sesungguhnya umat yang (berbadan) besar-besar saja tidak mampu melaksanakan kewajiban shalat dua waktu dalam sehari semalam. Apalagi umatmu yang (berbadan) kecil-kecil. Mintalah keringanan kepada Allah."
Kemudian, Rasulullah SAW menjawab: "Aku telah sering meminta keringanan untuk umatku sampai aku merasa malu sendiri. Biarlah umatku melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam."
Mental disiplin
Di antara hikmah shalat wajib lima waktu dalam sehari ialah melatih mental Muslim agar lebih disiplin. Banyak efek positif shalat yang berguna untuk pengembangan kepribadian, salah satunya adalah kedisiplinan atau keteraturan.
Hikmah kedisiplinan dalam konsep shalat telah banyak dikemukakan oleh para pemikir dan ulama Islam. Shalat fardhu yang wajib dilaksanakan oleh seorang Muslim dalam sehari semalam ada lima kali. Waktunya pun sudah terjadwal dengan rapi.
''Sesungguhnya shalat bagi orang-orang Mukmin adalah kewajiban yang waktunya ditentukan (terjadwal).'' (QS An-Nisaa': 103). Penentuan waktu shalat ini jelas menunjukkan ajaran kedisiplinan yang berperan penting dalam kesuksesan seseorang.
Kita bisa melihat dan membaca kisah kesuksesan orang karena aktivitas yang mereka lakukan setiap harinya terjadwal dengan baik. Orang yang jarang membuat jadwal kegiatan cenderung melalaikan suatu kegiatan yang seharusnya dikerjakan pada waktu itu.
Ternyata konsep shalat sejak jauh hari telah mengenalkan konsep penjadwalan sebelum kemunculan konsep-konsep manajeman dan self development modern. Kita juga bisa mengambil pelajaran disiplin dari tata cara shalat. Mulai dari bersuci sampai pelaksanaan shalat, dan bahkan setelah shalat.

2 hours ago
2















































