Musisi Serj Tankian Sebut Pengakuan Genosida Armenia oleh Israel Cuma Untungkan Politik Netanyahu

13 hours ago 5

Vokalis System of a Down Serj Tankian. mengecam Pemerintah Israel setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara resmi mengakui genosida Armenia tahun 1915.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vokalis System Of A Down, Serj Tankian, mengecam Pemerintah Israel setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara resmi mengakui genosida Armenia tahun 1915. Menurut Tankian, pengakuan itu hanyalah bentuk pemanfaatan sejarah demi kepentingan politik Israel yang kini melakukan genosida di Gaza dan Lebanon.

"Fakta bahwa Israel, yang saat ini sedang melakukan genosida di Gaza dan Lebanon, memutuskan untuk mengakui genosida yang dialami kakek-nenek saya adalah hal terburuk bagi rakyat Armenia. Karena mereka menggunakan sejarah kami, genosida kami, dan penderitaan kami, demi keuntungan politik mereka," kata Tankian dikutip dari NME, Kamis (2/7/2026).

Tankian merupakan keturunan Armenia, dan kakek-neneknya termasuk penyintas genosida Armenia tahun 1915 yang terjadi pada masa Perang Dunia I. Menurut United States Holocaust Memorial Museum, peristiwa tersebut mengakibatkan kematian antara 664 ribu hingga 1,2 juta orang Armenia.

Tankian dan System Of A Down selama bertahun-tahun aktif meningkatkan kesadaran tentang pembantaian massal terhadap orang Armenia di bawah Kekaisaran Ottoman pada periode 1915-1916. Pada 2021, mereka bahkan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat kala itu, Joe Biden, karena resmi mengakui peristiwa tersebut sebagai genosida, sebuah langkah yang sebelumnya dihindari banyak pemimpin AS karena khawatir dapat merusak hubungan dengan Turki.

Menurut Euronews, Israel selama bertahun-tahun juga menolak seruan untuk mengakui genosida Armenia karena hubungannya dengan Turki. Kini, di tengah memburuknya hubungan dengan Turki akibat genosida Israel di Gaza, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui pembantaian Armenia pada Perang Dunia I sebagai genosida.

Netanyahu menyatakan negaranya telah memenuhi kewajiban moral dengan mengakui kebenaran sejarah dan menolak upaya-upaya untuk menyangkalnya.

Keputusan Netanyahu mendapat respons dingin dari Armenia. Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, memilih tidak menanggapi secara langsung dan menegaskan bahwa pemerintahnya ingin menghindari politisasi atau pemanfaatan politik isu genosida Armenia.

"Kami percaya bahwa tidak ikut terlibat dalam upaya menjadikan genosida Armenia sebagai alat politik adalah demi kepentingan Republik Armenia. Karena itu, kami tidak melihat perlunya memberikan tanggapan," kata Pashinyan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |