Santriwati penyandang tunarungu membaca Alquran dengan bahasa isyarat di Pesantren Tahfiz Difabel, Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Pondok Pesantren Tahfiz Difabel tersebut didirikan pada 2022 dengan jumlah santriwati saat ini sekitar 40 orang. Para santriwati dibimbing untuk belajar materi keagaamaan dan menghafal Alquran dengan metode bahasa isyarat. Salah satu santriwati Poppy (17) merasa terbantu dengan adanya pesantren tersebut, selain untuk memahami Alquran dan materi keagaamaan ia juga berharap dapat meraih cita-citanya sebagai seorang dokter dan pengajar bagi kelompok disabilitas tunarungu.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) RI mulai menyusun standarisasi kosa isyarat keagamaan bagi kelompok disabilitas sensorik rungu wicara (Tuli) di Indonesia. Program afirmatif yang diberi nama Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) ini dihadirkan untuk memetakan sekaligus menyatukan bahasa isyarat berbagai istilah keislaman yang selama ini belum memiliki standar baku.
Peluncuran KOSMIN dilakukan dalam acara Kick-Off yang digelar bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengatakan, masih banyak istilah keagamaan, baik dalam ranah teologi maupun fikih ibadah, yang belum memiliki kesepakatan mengenai kosa isyaratnya sehingga kerap membingungkan sahabat Tuli.
"Istilah-istilah yang terkait dengan keislaman itu cukup banyak, tetapi belum ada standar yang menyatukan teman-teman Tuli ketika mengungkapkan pikiran atau menyampaikan penjelasan," ujar Abu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Konon, lanjutnya, konsep mendasar tentang surga dan neraka saja belum ada kesepakatan isyarat bakunya. Termasuk istilah fikih harian seperti haid, nifas, istihadhah, hingga mimpi basah. "Oleh karena itu, Kemenag hadir untuk memberikan capaian luar biasa berupa standarisasi ini,"ucap Abu Rokhmad.
Santri Pondok Pesantren Tunarungu Darul Ashom tengah belajar Alquran dengan menggunakan bahasa isyarat.

4 hours ago
3

















































