Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung angkat suara perihal kebijakan negara tetangga dalam menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM). Indonesia sendiri hingga saat ini belum ada kebijakan untuk penghematan BBM seperti yang dilakukan negara tetangga tersebut.
Filipina dan Thailand misalnya, pemerintah kedua negara tersebut memberlakukan kebijakan pengurangan aktivitas kerja di kantor dan untuk sementara waktu mendorong warganya untuk bekerja dari rumah (WFH).
Lantas, bagaimana dengan Pemerintah Indonesia? Apakah kemungkinan akan mengikuti jejak kedua negara tersebut?
Yuliot mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum ada rencana seperti itu. Mengingat, kebijakan WFH sudah pernah diambil pada masa Pandemi Covid-19, namun berdampak pada penurunan kegiatan ekonomi.
Menurutnya, pemerintah masih mengkaji dampak ekonomi dari isu gejolak pasokan minyak dunia ini.
"Itu kan kita pengalaman Covid kemarin kan. Itu kalau ini ada pemotongan kegiatan itu dampaknya itu adalah terhadap penurunan kegiatan ekonomi. Jadi ya kita melakukan assessment untuk seluruh dampak-dampak ekonomi terhadap permasalahan BBM ini," jelasnya saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Di lain kesempatan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah memperhitungkan efisiensi konsumsi BBM dengan memaksimalkan sumber energi dalam negeri.
"Efisiensi tidak hanya itu, mungkin kita akan mendorong untuk mempercepat B50 sebagai salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan E20. Karena kalau harga minyak fosil bisa melampaui US$ 100 per barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending," jelas Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (11/3/2026).
Kendati demikian, dia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir akan harga BBM subsidi setidaknya sampai Lebaran mendatang. "Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana-gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini insya Allah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi. Iya, untuk subsidi," ucapnya.
Dengan begitu, amannya stok BBM dalam negeri diharapkan menenangkan masyarakat untuk tidak panik apalagi melakukan panic buying.
"Ya, sebenarnya tidak perlu ada (panic buying)," tandasnya.
Asal tahu saja, beberapa negara tetangga RI sudah memberlakukan kebijakan penghematan energi, seperti di Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Thailand
Pemerintah Thailand meminta pegawai negerinya untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan sebagai bagian dari langkah penghematan energi nasional.
Selain itu, otoritas juga meminta kantor-kantor pemerintah menaikkan pengaturan suhu pendingin ruangan menjadi 26 derajat Celsius untuk mengurangi konsumsi listrik.
"Pemerintah ingin semua sektor menggunakan sumber daya secara bijak dan efektif," kata pemerintah Thailand dalam sebuah pernyataan resmi, dilansir AFP.
Pemerintah juga meminta para pejabat untuk menghindari perjalanan ke luar negeri selama periode ketidakpastian energi ini.
Langkah-langkah tersebut diambil setelah pemerintah Thailand pekan lalu memastikan telah mengamankan pasokan minyak yang cukup untuk sekitar dua bulan ke depan.
Namun untuk menjaga cadangan energi, Thailand juga memutuskan menghentikan sementara ekspor minyak.
Filipina
Sebelumnya, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan penerapan sistem kerja empat hari seminggu di sejumlah kantor cabang eksekutif Filipina mulai 9 Maret.
Marcos mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghemat energi dan menekan konsumsi bahan bakar, seiring melonjaknya harga minyak global setelah konflik yang meletus di kawasan penghasil minyak.
"Dari pihak pemerintah, mulai Senin, 9 Maret, kami akan menerapkan sementara sistem kerja empat hari seminggu di beberapa kantor cabang eksekutif. Ini tidak termasuk kantor-kantor yang menyediakan layanan darurat atau layanan penting, seperti kepolisian, pemadam kebakaran, dan kantor-kantor yang menyediakan layanan garda terdepan kepada masyarakat," kata Marcos, dilansir Inquirer.
Ia juga memerintahkan seluruh instansi pemerintah untuk melakukan penghematan energi secara signifikan.
"Selain itu, saya mengarahkan semua instansi pemerintah untuk menghemat dan mengurangi konsumsi listrik serta pengeluaran bahan bakar minyak sebesar 10 hingga 20 persen," ujarnya.
Selain mengurangi hari kerja, Marcos juga melarang sementara perjalanan dinas dan aktivitas pemerintah yang dianggap tidak mendesak, termasuk rapat yang sebenarnya bisa dilakukan di dalam kantor.
Sejumlah lembaga pemerintah bahkan sudah mulai menyiapkan langkah tambahan. Mulai 13 Maret, Departemen Perdagangan dan Industri Filipina akan mengalihkan operasional kantor-kantornya di Kota Makati ke sistem kerja jarak jauh.
Untuk sektor swasta, pengaturan kerja alternatif sebenarnya telah dimungkinkan melalui Undang-Undang Telecommuting yang disahkan pada 2018.
Vietnam
Sementara itu di Vietnam, pemerintah mengambil langkah berbeda, yakni dengan menghapus bea masuk untuk sejumlah produk minyak impor.
Kebijakan yang mulai berlaku pada Senin tersebut dimaksudkan untuk mencegah potensi kekurangan bahan bakar sekaligus menstabilkan pasar domestik.
Pemerintah Vietnam juga mendorong perusahaan agar mengizinkan karyawan bekerja dari rumah jika memungkinkan.
Menurut pernyataan pemerintah di situs resminya, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar.
Selain itu, pemerintah di Hanoi juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau berbagi kendaraan.
Meski berbagai langkah telah diambil, dampak gejolak energi tetap terasa di Vietnam.
Harga bensin tanpa timbal di negara tersebut melonjak lebih dari 20% sejak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai lebih dari sepekan lalu.
Lonjakan harga itu memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.
Di ibu kota Hanoi, ribuan pengendara sepeda motor terlihat mengantre untuk membeli bensin pada Selasa.
Sejauh ini Vietnam masih mampu menghindari kekurangan bahan bakar secara luas.
Namun media pemerintah melaporkan bahwa puluhan stasiun pengisian bahan bakar skala kecil mulai menutup operasional sementara atau mengurangi jam layanan karena pasokan yang semakin menipis.
(wia)
Addsource on Google

1 day ago
2
















































