Nekat Foto dari Jendela Pesawat, iPhone 17 Pro Jatuh dan Masih Utuh Tanpa Cacat

1 week ago 19
Nekat Foto dari Jendela Pesawat, iPhone 17 Pro Jatuh dan Masih Utuh Tanpa Cacat Ilustrasi(Apple Insider)

PERISTIWA unik dialami seorang pengguna iPhone 17 Pro di Kanada. Di mana perangkat miliknya jatuh dari langit Saskatchewan dan kembali ditemukan dalam kondisi berfungsi normal tanpa kerusakan berarti.

Kejadian berawal saat seorang seniman asal Kanada, Heather Klein, sedang terbang bersama suaminya, pilot David Stanchuk, menggunakan pesawat kecil Cessna Skyhawk di atas area pedesaan Saskatchewan. 

Saat mencoba mengambil foto pemandangan untuk peluncuran proyek seni terbarunya, Heather mengarahkan iPhone 17 Pro miliknya ke luar jendela untuk mendapatkan sudut gambar yang lebih baik. Namun, terjangan angin yang sangat kencang tiba-tiba menyambar perangkat tersebut dari tangannya. Heather menyebutkan bahwa aliran udara menyedot ponsel tepat keluar dari casing-nya.

Tanpa pelindung tambahan, smartphone tersebut meluncur bebas dari ketinggian sekitar 1,1 kilometer atau setara dengan 1.100 meter. Pasangan tersebut tidak langsung menyerah dan memilih berputar dua kali dengan pesawat untuk menentukan koordinat pasti melalui aplikasi Find My yang masih berhasil membaca lokasi ponsel. 

Setelah mendarat, mereka bergegas menggunakan truk menuju ladang kanola yang menjadi titik jatuhnya perangkat. Saat ditemukan terlentang di atas tanah, Heather mengaku terkejut karena kondisi ponsel miliknya tampak "sangat murni" tanpa ada retakan maupun pecahan sama sekali.

Meski bingkai aluminium pada iPhone 17 Pro terkesan lebih rentan terhadap goresan dibandingkan material baja atau titanium pada model-model sebelumnya, keselamatan ponsel ini pada dasarnya dipengaruhi oleh hukum fisika dan aerodinamika. 

Benda berbentuk pipih seperti smartphone cenderung menstabilkan posisinya secara horizontal saat jatuh bebas. Posisi ini meningkatkan hambatan udara, membatasi percepatan jatuh ponsel, dan membuat gaya benturan terdistribusi secara merata di seluruh permukaan luar, alih-alih terkonsentrasi pada salah satu sudutnya saja.

Selain itu, ponsel akan mencapai apa yang dikenal sebagai kecepatan terminal (terminal velocity) setelah jatuh dalam jarak yang relatif singkat, yaitu berkisar antara 56 hingga 291 kilometer per jam tergantung pada posisinya di udara. Artinya, benturan dengan tanah dari ketinggian 1.100 meter membawa dampak yang kurang lebih sama dengan benturan dari ketinggian 60 meter atau dari atas gedung tinggi. 

Dalam kondisi ini, jenis permukaan tanah yang menerima benturan, seperti ladang kanola yang empuk, menjadi faktor penentu utama yang menyelamatkan perangkat tersebut dari kerusakan parah. (9To5Mac, Phonegram/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |