Wisatawan Italia Tertipu Travel Agent di Labuan Bajo, Pemilik Labuan Bajo Top Diburu Polisi

5 hours ago 1
Wisatawan Italia Tertipu Travel Agent di Labuan Bajo, Pemilik Labuan Bajo Top Diburu Polisi Wisatawan Italia berada di Polres Manggarai Barat, Kamis (13/8) dini hari.(Mi/Marianus Marselus)

ENAM wisatawan asal Italia terpaksa menyewa kapal tambahan demi melanjutkan perjalanan wisata mereka ke kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil setelah rencana perjalanan yang mereka susun bersama agen perjalanan Labuan Bajo Top berakhir dengan kekecewaan.

Persoalan mencuat pada Minggu (9/8), saat keenam wisatawan tersebut kehilangan kontak dengan pemilik travel agent Labuan Bajo Top, Kristoforus Aman alias Itok Aman, 32. Padahal, Itok sebelumnya telah berkoordinasi dengan manajemen kapal wisata Sabbar Cruise untuk menyiapkan perjalanan selama empat hari tiga malam.

Pengelola Sabbar Cruise, Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima uang muka (DP) sebesar Rp20 juta dari total kesepakatan sewa kapal senilai Rp79 juta. Dana tersebut langsung dialokasikan untuk persiapan logistik, mulai dari bahan makanan hingga perlengkapan tambahan seperti handuk, seprai, dan bed cover baru sesuai permintaan.

"DP tersebut kami gunakan untuk persiapan perjalanan. Bahkan total belanja kami sudah mencapai sekitar Rp27 juta," ujar Saputra.

Ia menegaskan bahwa pihak kapal juga menjadi korban karena pengeluaran persiapan melebihi DP yang diterima, sementara agen perjalanan tidak dapat dihubungi saat hari keberangkatan.

Kronologi dan Kerugian Wisatawan

Setelah sempat terkatung-katung, para wisatawan Italia tersebut akhirnya menyewa kapal lain secara mandiri agar agenda wisata mereka tidak berantakan. Mereka baru kembali ke Labuan Bajo pada Rabu (12/8) malam dan langsung mendatangi Polres Manggarai Barat untuk melaporkan kejadian tersebut.

Christian, salah satu wisatawan, menyatakan kekecewaannya yang mendalam. Meski sudah tiga kali berkunjung ke Indonesia, ini adalah pengalaman pertamanya berurusan dengan agen perjalanan yang bermasalah.

"Saya lelah mengurus ini. Belum makan dan tidak sempat istirahat," ungkap Christian saat berada di Mapolres Manggarai Barat, Kamis (13/8) dini hari.

Berikut adalah rincian data keuangan terkait kasus tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun:

Item Informasi Detail Nilai/Keterangan
Harga Paket Wisata (ke Wisatawan) Sekitar Rp125.000.000
Kesepakatan Sewa Kapal Sabbar Cruise Rp79.000.000
DP yang Dibayarkan Agent ke Kapal Rp20.000.000
Total Belanja Persiapan Kapal Sekitar Rp27.000.000
Durasi Perjalanan 4 Hari 3 Malam

Rekam Jejak Terlapor

Kasus yang menyeret nama Itok Aman ini ternyata bukan yang pertama kali. Pada Mei 2026, ia pernah tersandung kasus serupa yang melibatkan 20 wisatawan asal Malaysia dan Singapura dengan total kerugian mencapai Rp85,2 juta. Pada kasus sebelumnya, dana wisatawan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk judi online.

Meskipun sempat ditahan dan kemudian ditangguhkan penahanannya pada Juni 2026 setelah menempuh jalur damai, Itok kini kembali berurusan dengan hukum. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman dan telah mengidentifikasi keberadaan Itok yang diduga berada di wilayah Mukun, Kabupaten Manggarai Timur.

Catatan Redaksi: Hingga berita ini diterbitkan, Kristoforus Aman alias Itok Aman belum berhasil dikonfirmasi. Pihak kepolisian masih terus berupaya meminta pertanggungjawaban terlapor atas kerugian yang dialami wisatawan asing tersebut.

(Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |