Atlet lompat jauh Indonesia Maria Natalia Londa melakukan lompatan pada final putri Asian Games 2022 di Hangzhou Olympics Sports Centre Stadium, Hangzhou, China, Senin (2/10/2023).(ANTARA/Hafidz Mubarak A)
PENGURUS Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menetapkan target realistis untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Federasi menargetkan minimal membawa pulang empat medali perunggu dalam ajang yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut.
Wakil Ketua Umum PB PASI, Tigor Tanjung, menyatakan bahwa target ini disusun berdasarkan peta kekuatan atlet saat ini serta tingginya level persaingan di tingkat Asia.
"Kami ditargetkan merebut minimal empat perunggu," ujar Tigor di Jakarta, Rabu (13/8).
Daftar Atlet Andalan dan Nomor Spesialisasi
Untuk mencapai target tersebut, PB PASI akan mengirimkan 13 atlet terbaik. Beberapa nama telah dipetakan sebagai tumpuan perolehan medali, di antaranya Diva Renatta di nomor lompat galah dan Dina Aulia pada nomor 100 meter gawang.
Selain itu, sosok senior Maria Natalia Londa tetap menjadi andalan di dua nomor sekaligus, yakni lompat jauh dan lompat jangkit. Meski Maria akan menginjak usia 36 tahun saat kompetisi berlangsung, pengalaman panjangnya, termasuk raihan emas pada Asian Games 2014, menjadi pertimbangan utama federasi.
| Maria Natalia Londa | Lompat Jauh & Lompat Jangkit | Atlet senior, peraih emas 2014 |
| Diva Renatta | Lompat Galah | Target medali |
| Dina Aulia | 100 Meter Gawang | Target medali |
| TBA (1 Atlet) | Masih dalam pembahasan | Potensi peraih medali tambahan |
Tantangan dan Persaingan Global
Tigor menegaskan bahwa target empat perunggu ini bukan didasari oleh faktor efisiensi organisasi, melainkan penilaian objektif terhadap kesiapan atlet. Ia mengakui bahwa persaingan di Asian Games 2026 akan sangat berat karena melibatkan negara-negara dengan tradisi atletik kuat dunia.
"Persaingan akan sangat berat karena mempertemukan atlet-atlet dari negara dengan kekuatan atletik terbaik di dunia, seperti China, Qatar, Uzbekistan, Kazakhstan, dan tuan rumah Jepang," jelasnya.
Mengingat tingginya level kompetisi tersebut, Tigor menambahkan bahwa keberhasilan meraih medali apa pun, baik emas maupun perak pada edisi sebelumnya, merupakan pencapaian yang luar biasa bagi atlet Indonesia. PB PASI berharap persiapan yang matang dapat mewujudkan target minimal tersebut di Jepang nanti. (Ant/Z-1)
















































