Pengaruh Cruyff di Balik Keputusan Xavi Latih Timnas Belanda

4 hours ago 2
Pengaruh Cruyff di Balik Keputusan Xavi Latih Timnas Belanda Xavi Hernandez(FC Barcelona)

XAVI Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Belanda menggantikan Ronald Koeman. Penunjukan tersebut mengakhiri penantian 48 tahun Belanda untuk kembali memiliki pelatih asing.

Federasi Sepak Bola Belanda mengumumkan penunjukan Xavi pada Rabu. Legenda Barcelona dan timnas Spanyol itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang mencakup perjalanan Belanda menuju Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030.

Xavi terakhir kali menjabat sebagai pelatih kepala ketika menangani Barcelona. Ia meninggalkan Camp Nou pada 2024 dan sejak saat itu belum kembali ke posisi pelatih kepala.

Mantan gelandang berusia 46 tahun tersebut memiliki kedekatan dengan sepak bola Belanda. Xavi merupakan produk akademi Barcelona yang banyak dipengaruhi filosofi Johan Cruyff dan Rinus Michels.

"Sebagai seseorang yang mendapat pendidikan di akademi Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda," kata Xavi dikutip dari AFP.

"Anda bisa mengatakan bahwa saya sedikit banyak merupakan anak dari sepak bola Belanda," imbuhnya.

Xavi juga menyebut Louis van Gaal dan Frank Rijkaard sebagai dua pelatih yang berpengaruh dalam perjalanan kariernya. Van Gaal menjadi pelatih yang memberinya debut di tim utama Barcelona.

Koeman meninggalkan kursi pelatih Belanda setelah periode keduanya berakhir dengan kekalahan melalui adu penalti dari Maroko pada babak 32 besar. Sebelumnya, mantan pelatih Liverpool Arne Slot dikabarkan sempat melakukan pembicaraan dengan federasi Belanda, tetapi memilih bertahan di sepak bola klub.

Laga pertama Xavi bersama Belanda akan berlangsung pada 24 September. Oranje akan menghadapi Jerman dalam pertandingan Nations League di Johan Cruyff Arena, Amsterdam.

Penunjukan Xavi juga membuat Belanda memiliki pelatih asing untuk pertama kalinya sejak Ernst Happel dari Austria menangani mereka. Happel membawa Belanda ke final Piala Dunia 1978 sebelum kalah dari Argentina.

Xavi mengatakan filosofi sepak bola Belanda menjadi salah satu alasan dirinya tertarik menerima pekerjaan tersebut.

"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang sangat menarik bagi saya, yakni sepak bola menyerang berbasis penguasaan bola, kreativitas, semangat, dan keyakinan," ujarnya.

Karier Xavi

Xavi memiliki pengalaman panjang sebagai pemain maupun pelatih. Setelah pensiun sebagai pemain, ia memulai karier kepelatihan bersama klub Qatar, Al Sadd.

Ia kemudian kembali ke Barcelona dan membawa klub tersebut menjuarai La Liga pada 2023. Namun, Xavi dipecat pada akhir musim berikutnya dan digantikan Hansi Flick.

Saat masih bermain, Xavi meraih empat gelar Liga Champions bersama Barcelona. Ia juga berada di posisi kedua dalam daftar penampilan terbanyak sepanjang sejarah klub, hanya kalah dari Lionel Messi.

Direktur sepak bola Belanda Nigel de Jong menilai pengalaman Xavi sebagai pemain dan pelatih menjadi modal penting untuk menangani Oranje.

"Sebagai pemain, Xavi telah mengalami dan memenangkan segalanya, termasuk Piala Dunia, berbagai gelar domestik, dan Liga Champions," kata De Jong.

Menurut De Jong, filosofi Xavi juga sesuai dengan gaya bermain yang ingin diterapkan Belanda.

"Sebagai pelatih, ia dibentuk oleh pengalaman bekerja bersama pelatih-pelatih top dengan visi sepak bola yang sangat sesuai dengan cara kami ingin bermain," ujarnya.

Belanda masih berusaha mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara di pentas internasional. Mereka telah tiga kali kalah di final Piala Dunia, terbanyak di antara negara yang belum pernah mengangkat trofi tersebut.

Satu-satunya gelar utama Belanda diraih pada Piala Eropa 1988. Sejak saat itu, mereka empat kali tersingkir di semifinal Piala Eropa, termasuk ketika dikalahkan Inggris dua tahun lalu.

Xavi pernah menjadi bagian penting dari generasi emas Spanyol yang mengakhiri penantian panjang negara tersebut di pentas internasional. Bersama La Roja, ia meraih Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Kini, Xavi mendapat kesempatan membawa pengaruh tersebut ke bangku pelatih Belanda.

(P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |