Netanyahu Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei

12 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman terselubung untuk membunuh pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei.

Hal itu diutarakan Netanyahu pada Kamis (12/3) dalam konferensi perdananya sejak Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari hingga memicu perang meluas hingga hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ancaman itu juga dilayangkan Netanyahu menyusul pernyataan perdana Mojtaba sejak diangkat menggantikan mendiang sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.

Berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab pertanyaan melalui sambungan video, Netanyahu ditanya mengenai langkah yang mungkin diambil Israel terhadap Ayatollah Mojtaba Khamenei dan pemimpin Hezbollah Naim Qassem. Qassem dan kelompoknya ikut membantu Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan AS.

"Saya tidak akan memberikan polis asuransi jiwa kepada para pemimpin organisasi teroris mana pun... Saya juga tidak berniat memberikan laporan rinci di sini mengenai apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," ujar Netanyahu seperti dikutip Reuters.

[Gambas:Video CNN]

Netanyahu juga mencibir Mojtaba Khamenei yang ia nilai hanya merupakan "boneka" dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang bahkan sampai saat ini tidak berani muncul ke publik.

"Kami telah membunuh diktator sebelumnya dan diktator baru Mojtaba yang merupakan boneka IRGC bahkan tidak bisa menunjukkan wajahnya ke publik," kata Netanyahu.

Ketika ditanya apakah Israel mempersenjatai pihak-pihak yang menentang penguasa Iran dan apakah upaya menjatuhkan rezim Iran bisa gagal, Netanyahu mengatakan bahkan jika pemerintahan itu tidak runtuh, posisi Mojtaba akan tetap melemah.

"Saya tidak akan merinci tindakan yang kami lakukan. Kami sedang menciptakan kondisi yang optimal untuk menjatuhkan rezim (Iran), tetapi saya tidak bisa menyangkal bahwa saya tidak yakin bahwa rakyat Iran akan menjatuhkannya, sebuah rezim yang dijatuhkan dari dalam," kata Netanyahu.

"Namun kami pasti bisa membantu, dan kami memang sedang membantu," ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga mengeklaim bahwa Iran "tidak lagi sebagai superpower yang sama" setelah hampir dua pekan digempur serangan udara Israel-AS.

Ia bahkan mengeklaim IRGC dan milisi paramiliter Basij Iran mengalami pukulan besar selama perang dua pekan terakhir. 

Sejak perang AS-Israel pecah 28 Februari lalu, keberadaan Netanyahu tidak diketahui. Ia bahkan sempat digosipkan kabur ke luar negeri menghindari perang lantaran Israel terus diberondong rudal dan drone Iran tanpa ampun.

Namun, Netanyahu tiba-tiba muncul menggelar konferensi pers perdana meski melalui video conference setelah Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan resmi perdananya ke publik usai ditunjuk menjadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |