Operator SPBU di Jaktim Korban Penganiayaan Sebut Pelaku Membawa Mobil Seorang Jenderal

1 week ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pria yang diduga oknum aparat sempat mencatut mobil yang dibawanya adalah milik seorang jenderal, terkait dugaan penganiayaan kepada operator saat proses mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Peristiwa terjadi pada Ahad (22/2/2026).

"Dia bilang, 'kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal?' Berkali-kali dia ngomong begitu," kata salah operator SPBU korban penganiayaan oleh oknum tersebut, Lukman Hakim (19), di Jakarta Timur, Senin (23/2/2026).

Menurut Lukman, dugaan pria tersebut sebagai oknum aparat muncul dari pengakuannya sendiri yang terus menyebut jabatan tinggi kepolisian. Ucapan tersebut dilontarkan saat terjadi perdebatan terkait ketidaksesuaian barcode pembelian BBM jenis Pertalite.

Lukman mengaku kaget sekaligus takut saat pelanggan tersebut berulang kali menyebut identitas pejabat tinggi kepolisian. Tak hanya menyebut "jenderal", pria tersebut juga melontarkan kata "Kapolda" saat membentak petugas.

Pernyataan itu, katanya, membuat suasana di lokasi sempat memanas dan membuat petugas memilih bersikap hati-hati.

"Kita jadi mikir, takutnya dia benar aparat atau bawa senjata api (senpi). Jadi, kita tidak berani melawan," ucap Lukman.

Bahkan, dalam rekaman video yang beredar, terdengar jelas kata "Kapolda" diucapkan saat ia memarahi petugas. Salah satu staf SPBU lainnya, Mukhlisin (38), membenarkan adanya narasi pelaku yang menyebut "mobil jenderal".

Dia menyebut, ucapan tersebut menjadi dasar munculnya dugaan keterlibatan oknum aparat. "Dia sendiri yang bilang 'ini mobil jenderal'. Di video juga ada kata 'Kapolda' waktu dia ngebentak," kata Mukhlisin.

Dalam kejadian itu, pelaku disebut sempat mengambil tas milik operator. Namun, petugas memilih tidak melawan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

"Kita takut kalau dilawan malah jadi masalah lebih besar. Makanya kita pilih lapor saja ke polisi," ujar Lukman.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku yang turun dari kendaraan hanya satu orang. Namun, diduga ada satu perempuan di dalam mobil tersebut dan sopir.

Hingga kini, kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti.

Manajemen SPBU berharap aparat dapat mengusut tuntas insiden tersebut serta memastikan tidak ada penyalahgunaan nama jabatan atau institusi untuk menekan masyarakat.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |