Penasihat Senior IRGC: Perpanjang Konflik dengan AS Jadi Strategi Pencegahan Iran

4 days ago 3
 Perpanjang Konflik dengan AS Jadi Strategi Pencegahan Iran Mohammad Reza Naqdi.(Dagens.com US)

PENASIHAT senior komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mohammad Reza Naqdi, menyatakan bahwa memperpanjang konflik dengan Amerika Serikat (AS) dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah serangan di masa depan. Menurutnya, konfrontasi yang berlarut-larut akan menunjukkan bahwa tindakan militer terhadap Teheran membawa konsekuensi biaya yang sangat besar dan berkelanjutan.

Dalam wawancara dengan PBS NewsHour, Naqdi menjelaskan bahwa strategi atrisi (pelemahan) adalah jalur menuju pencegahan yang lebih kuat. Ia mengisyaratkan bahwa Iran mungkin akan terus melanjutkan pertempuran hingga masa jabatan presiden AS berikutnya. Tujuannya meyakinkan pemerintahan Washington di masa depan bahwa serangan lain terhadap Iran hanya akan berujung pada konfrontasi yang panjang dan mahal.

Perubahan Penilaian terhadap Kekuatan Militer AS

Naqdi mengeklaim bahwa konflik yang terjadi mengubah penilaian Iran terhadap kekuatan militer Amerika. Ia menyebut pasukan AS terbukti kurang mampu dibandingkan ekspektasi pejabat Iran sebelum konflik dimulai. Konfrontasi langsung selama berbulan-bulan diklaim memberikan pemahaman yang lebih jelas bagi Teheran mengenai cara kerja militer Amerika.

Meskipun mengakui bahwa Teheran belum mencapai tujuan akhirnya, Naqdi menggambarkan Iran memegang keunggulan sejauh ini. Ia berpendapat bahwa pengalaman tempur langsung mengurangi ketidakpastian yang dihadapi Iran pada awal konflik, sehingga pasukan mereka kini lebih siap jika permusuhan berlanjut dalam jangka panjang.

Ketahanan Logistik dan Produksi Rudal

Terkait kemampuan Iran dalam mempertahankan kampanye militer jangka panjang, Naqdi menyoroti pasokan rudal sebagai faktor kunci. Meski menolak merinci jumlah stok yang dimiliki, ia mengeklaim bahwa Iran memproduksi rudal lebih cepat daripada kecepatan penggunaannya di medan perang.

Produksi domestik yang berkelanjutan ini dipresentasikan sebagai bukti bahwa Teheran mampu mempertahankan tekanan militer bahkan dalam perang yang berkepanjangan.

Keamanan Maritim dan Kebijakan Nuklir

Wawancara tersebut juga menyinggung laporan serangan Iran terhadap kapal nonmiliter di Selat Hormuz. Naqdi membela tindakan tersebut dengan argumen bahwa rute pelayaran di masa perang dapat dikendalikan jika kapal-kapal tersebut dianggap sebagai ancaman keamanan potensial.

Di sisi lain, ia menolak anggapan bahwa Iran membutuhkan senjata nuklir untuk menangkal Washington. Naqdi menegaskan bahwa negaranya dapat mengandalkan bentuk perlawanan lain, meskipun ia tidak mengindikasikan ada perubahan dalam kebijakan nuklir formal Iran.

Respons Gedung Putih: Menyusul pernyataan tersebut, pihak Gedung Putih melalui PBS NewsHour mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan dan memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi yang akan terjadi jika kesepakatan tidak tercapai.

Mengenai absennya Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dari publik selama konflik, Naqdi menyebut hal itu karena masalah keamanan dan menolak memberikan informasi lebih lanjut mengenai keberadaannya. (Dagens.com US/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |