Peneliti Tiongkok Kembangkan Terapi Sel untuk Pasien Gagal Jantung

1 hour ago 2
Peneliti Tiongkok Kembangkan Terapi Sel untuk Pasien Gagal Jantung ilustrasi(Magnific)

TIM peneliti Tiongkok berhasil mengembangkan terapi sel jantung inovatif yang terbukti mampu memperbaiki jaringan otot jantung (miokardium) yang rusak sekaligus meningkatkan fungsi pemompaan pada pasien gagal jantung berat.

Inovasi medis yang dipelopori oleh Rumah Sakit Menara Genderang Nanjing (Nanjing Drum Tower Hospital) di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, ini memanfaatkan kardiomiosit hasil kultur laboratorium. Sel-sel baru tersebut disuntikkan untuk menggantikan jaringan jantung yang telah mengalami kematian (nekrosis), sekaligus memicu pembentukan kembali pembuluh darah (rekanalisis).

Ketua Tim Penelitian, Profesor Wang Dongjin, menjelaskan bahwa selama ini penanganan medis seperti operasi bypass hanya mampu memperlancar aliran darah yang tersumbat, namun tidak bisa menumbuhkan kembali otot jantung yang telah mati.

"Kami ingin menyuntikkan kardiomiosit baru secara langsung ke jantung untuk menggantikan otot yang telah mati dan memulihkan fungsinya. Ini seperti pepatah Tiongkok kuno: apa yang kurang, itulah yang dimakan," ujar Prof. Wang Dongjin sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Laporan hasil studi klinis dan pemantauan jangka panjang terkait keamanan terapi ini telah resmi dipublikasikan di jurnal ilmiah terkemuka Nature Medicine pada 19 Agustus 2026.

Berdasarkan data pemantauan selama 12 bulan, sebanyak 90 persen pasien yang menerima suntikan terapi sel berhasil pulih hingga mencapai Kelas Fungsional II menurut kriteria New York Heart Association (NYHA). Para pasien melaporkan penurunan gejala sesak napas dan nyeri dada secara drastis saat beraktivitas harian. Sebagai pembanding, kelompok kontrol yang hanya menjalani operasi bypass biasa hanya mencatatkan angka pemulihan sebesar 60 persen.

Pada uji tes berjalan selama enam menit, pasien penerima terapi sel mencatatkan peningkatan jarak tempuh rata-rata hingga 168,8 meter, hampir dua kali lipat dibanding kelompok kontrol. Selain itu, parameter volume sekuncup (stroke volume) atau volume darah yang dipompa jantung meningkat signifikan pada kelompok terapi sel.

Dari sisi keamanan medis, terapi sel ini mencatatkan rekor krusial di tingkat global.

"Untuk pertama kalinya, kami telah membuktikan bahwa terapi ini aman. Selama periode tindak lanjut, tidak ada pasien yang mengidap tumor atau mengalami aritmia ganas berulang. Kami juga mengonfirmasi bahwa sel-sel yang ditransplantasikan berdetak selaras dengan irama jantung pasien sendiri," ungkap Wang.

Produk sel yang digunakan dalam uji klinis tersebut diberi kode HiCM-188. Produk ini dirancang sebagai terapi siap pakai (off-the-shelf) yang dapat diproduksi terstandarisasi dan disimpan dalam jumlah besar.

Inovasi HiCM-188 memangkas proses kustomisasi rumit yang biasanya memakan waktu lama pada terapi sel konvensional. Keunggulan ini menjadi solusi krusial bagi mayoritas penderita gagal jantung stadium akhir yang kerap terkendala akibat kelangkaan donor transplantasi jantung.

"Alih-alih pasien menunggu ketersediaan sel, kami ingin sel-sel tersebut siap menunggu pasien. Hal ini secara fundamental dapat meredakan krisis kelangkaan donor," tutur Wang.

Sejumlah pakar industri menilai, meski ukuran sampel uji klinis masih terbatas, desain riset acak terkontrol (randomized controlled trial) yang ketat ini telah memberikan pembuktian konsep (proof of concept) yang kokoh. Capaian ini menempatkan riset kedokteran regeneratif jantung Tiongkok di jajaran terdepan dunia, sekaligus membuka paradigma baru dalam penanganan gagal jantung berat di masa depan. (Ant/Xinhua/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |