Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memprediksi puncak penjualan ritel selama Ramadan 2026 akan terjadi pada pekan kedua Maret, tepat sebelum masyarakat melakukan perjalanan mudik Lebaran.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, lonjakan transaksi tersebut biasanya terjadi ketika masyarakat mulai menyiapkan berbagai kebutuhan menjelang hari raya.
"Diperkirakan puncak penjualan pada saat Ramadan tahun 2026 akan terjadi pada minggu kedua bulan Maret ini, yaitu sebelum masyarakat melakukan perjalanan mudik," kata Alphonzus kepada CNBC Indonesia, Kamis (5/3/2026).
Selain peningkatan transaksi, APPBI juga memperkirakan tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama Ramadan hingga Idulfitri tahun ini akan mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.
"Diperkirakan rata-rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan menjelang dan pada saat Ramadan dan Idulfitri akan meningkat sekitar 10%-15% dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya.
Sementara itu, lonjakan kunjungan ke pusat perbelanjaan selama libur Lebaran diprediksi terjadi pada hari kedua Idulfitri, setelah masyarakat selesai merayakan hari raya dan bersilaturahmi.
"Sedangkan puncak kunjungan ke Pusat Perbelanjaan pada saat libur Idulfitri akan terjadi pada Idulfitri hari kedua setelah masyarakat merayakan dan bersilaturahmi bersama keluarga, saudara, kerabat dan lainnya," terang dia.
Menurut Alphonzus, selama Ramadan hampir semua kategori produk akan mengalami peningkatan penjualan. Namun, pola belanja masyarakat akan berubah menjelang dan setelah Idulfitri.
"Hampir semua kategori produk dan barang akan mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan. Pola belanja akan berubah menjelang Idulfitri dan pada saat libur Idulfitri di mana masyarakat akan cenderung berbelanja produk makanan dan minuman (food and beverages) serta hiburan (entertainment)," jelasnya.
Ia mengatakan, momentum Ramadan dan Idulfitri merupakan periode paling penting bagi industri ritel di Indonesia karena menjadi musim puncak penjualan setiap tahun.
"Pada saat kondisi pertumbuhan perekonomian nasional yang masih belum maksimal seperti saat ini, maka semua momentum penjualan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh industri usaha ritel untuk meningkatkan kinerja setinggi-tingginya, terutama pada saat Ramadan dan Idulfitri yang mana adalah merupakan puncak penjualan (peak season) ritel di Indonesia," kata Alphonzus.
Menurutnya, kinerja sektor ritel pada triwulan pertama 2026 akan sangat menentukan performa bisnis sepanjang tahun.
"Triwulan pertama tahun 2026 menjadi sangat penting bagi industri usaha ritel karena akan menjadi pembuka tahun 2026, yang akan mempengaruhi ataupun berdampak terhadap kinerja sepanjang tahun," ujarnya.
Sejumlah momentum pada awal tahun juga dinilai dapat mendorong aktivitas belanja masyarakat, mulai dari Tahun Baru, kenaikan upah minimum, perayaan Imlek, bonus karyawan, hingga periode Ramadan, Tunjangan Hari Raya (THR), dan Idulfitri.
"Pada triwulan pertama tahun 2026 ini ada beberapa faktor pendukung yang dapat mendorong kinerja ritel antara lain seperti Tahun Baru, kenaikan upah minimum, Imlek, bonus, Ramadan, Tunjangan Hari Raya (THR), Idulfitri," jelasnya.
Untuk memaksimalkan momentum tersebut, pusat perbelanjaan juga akan menghadirkan berbagai kegiatan hiburan serta dekorasi tematik guna menarik pengunjung.
"Sebagaimana biasanya untuk menyambut dan memeriahkan ataupun menyemarakkan perayaan hari-hari besar maka Pusat Perbelanjaan akan menyelenggarakan berbagai acara (event), atraksi, kegiatan, aktivitas dalam balutan kesenian, musik, budaya, hiburan dan lainnya untuk menarik pengunjung ke Pusat Perbelanjaan," ungkap Alphonzus.
"Para pengunjung akan mendapatkan berbagai pengalaman unik dan berkesan pada saat berada di Pusat Perbelanjaan dengan berbagai dekorasi yang indah yang tidak dapat ditemukan dalam kondisi dan situasi sehari-hari," lanjutnya.
Selain itu, berbagai program promosi juga akan disiapkan untuk mendorong transaksi selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
"Pusat Perbelanjaan bersama dengan para peritel juga akan menyiapkan berbagai program promo belanja yang sangat menarik bagi para pengunjung dalam memenuhi berbagai kebutuhan menyambut hari raya," kata dia.
Lebih lanjut, Alphonzus menambahkan, sejumlah stimulus dari pemerintah seperti diskon tarif transportasi, diskon tarif jalan tol, serta bantuan sosial diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
"Program stimulus dan insentif yang telah disiapkan oleh pemerintah, seperti diskon tarif transportasi, diskon tarif jalan tol, bantuan sosial dan lain sebagainya, diharapkan dapat mendongkrak daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah bawah pada saat Ramadan dan Idulfitri," pungkasnya.
(dce)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































