Sebuah proyektil (L-top) diluncurkan saat asap mengepul setelah serangan udara Israel di Bourj Al Barajneh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 2 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Kelompok Hizbullah Lebanon memperingatkan penduduk Kota Kiryat Shmona, Israel utara, untuk segera mengungsi ke wilayah selatan. Kota tersebut berada hanya beberapa kilometer dari perbatasan Lebanon.
“Peringatan! Semua penduduk Kiryat Shmona diminta untuk segera mengungsi. Pergilah ke selatan,” kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (7/3/2026), dikutip dari Al Arabiya.
Hizbullah tidak menjelaskan tindakan apa yang akan mereka ambil terhadap Kiryat Shmona. Kota itu diketahui berada sangat dekat dengan garis perbatasan Lebanon-Israel.
Pada Senin (2/3/2026) lalu, Hizbullah menembakkan roket dan melancarkan serangan drone ke wilayah Israel. Aksi tersebut terjadi dua hari setelah Israel bersama Amerika Serikat (AS) memulai agresi gabungan terhadap Iran.
Serangan gabungan AS-Israel itu dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Perkembangan tersebut memicu meningkatnya ketegangan di kawasan.
Pascaserangan Hizbullah, Israel membombardir wilayah Lebanon selatan, timur, serta daerah di dekat ibu kota Beirut. Israel juga mengancam akan membuat Lebanon “membayar harga mahal” jika pemerintah negara tersebut gagal mengendalikan Hizbullah.
“Jika pilihannya antara melindungi warga sipil dan tentara kami atau melindungi negara Lebanon, kami akan memilih perlindungan warga sipil dan tentara kami. Pemerintah Lebanon serta Lebanon akan membayar harga yang sangat mahal,” kata Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dalam pernyataan yang ditujukan kepada Presiden Lebanon Joseph Aoun, Sabtu.

5 hours ago
3
















































