Ribuan nelayan di Kabupaten Jepara memilih menyandarkan perahu dan kapal di hilir sungai Sabtu (8/8) karena masih berlangsung gelombang tinggi meskipun cuaca cerah dan berawan.(MI/Safuan)
CUACA Jawa Tengah cerah berawan dan berawan sepanjang hari Sabtu (8/8). Masyarakat diminta waspada peningkatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatandan air laut pasang (rob) di perairan utara yang juga naik setinggi 0,9 meter.
Sepanjang hari mulai pagi hingga awal malam cuaca di berbagai daerah di Jawa Tengah cerah berawan dan berawan, tidak ada tanda-tanda hujan turun dengan suhu terasa dingin di kawasan pegunungan dan dataran tinggi serta cukup panas di dataran rendah serta angin bertiup cukup kencang.
"Mendekati puncak kemarau ini, diminta untuk mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena banyak tanaman kering dan mudah tersulut api, " kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Winda Ratri, Sabtu (8/8).
Di daerah di Jawa Tengah saat ini, lanjut Winda Ratri, peluang turun hujan semakin kecil kemungkinannya dan pada umumnya cuaca cerah berawan dan berawan baik itu di kawasan pegunungan, dataran tinggi maupun dataran rendah, sehingga selain ancaman karhutla juga diwaspadai kekeringan.
Menurut Winda Ratri angin pada umumnya bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam, suhu udara berkisar 16-34 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 45-95%, menjadikan kondisi terasa lebih kering dibandingkan sebelumnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani mengatakan meskipun cyaca cerah dan berawan, namun gelombang tinggi kembali meningkat di perairan selatan Jawa Tengah mencapai 2,5-4 meter, sehingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, barang mau penumpang.
"Waspadai gelombang tinggi di perairan tersebut pada Sabtu (8/8), terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot kateba berisiko terhadap aktivitas pelayaran, " ujar Wahyu Sri Mulyani.
Sedangkan di perairan utara Jawa Tengah, ungkap Wahyu Sri Mulyani, warga di kawasan pesisir di sejumlah daerah Pantura seperti Demak, Semarang dan Pekalongan diminta untuk kembali waspada serta siaga banjir, akibat kembali meningkatnya air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 0,9 meter.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di perairan utara, demikian Wahyu Sri Mulyani, juga masih berlangsung di sejumlah kawasan yakni Karimunjawa bagian timur dan barat, sementara di kawasan lain berkisar 0,5-1,25 meter dengan pola angin pada umumnya bertiup dari timur laut ke tenggara dengan kecepatan 2-20 knot. (Z-2)

















































