Permintaan Chip AI Melonjak, Harga Laptop dan Ponsel Pintar Ikut Naik

5 hours ago 5
Permintaan Chip AI Melonjak, Harga Laptop dan Ponsel Pintar Ikut Naik Ilustrasi Chip AI.(Dok. Magnific)

HARGA perangkat elektronik konsumen seperti laptop, ponsel pintar atau smartphone, hingga konsol gim dilaporkan mengalami kenaikan signifikan. Tren ini dipicu oleh melonjaknya permintaan chip memori untuk kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang berdampak pada menipisnya pasokan bagi industri elektronik umum.

Lembaga penyiaran publik Belanda, NOS, melaporkan pada Sabtu (11/7) bahwa pembelian chip memori dalam skala besar oleh pengelola pusat data AI telah membatasi ketersediaan komponen bagi perangkat yang dijual kepada konsumen luas.

"Kami sebenarnya sudah terbiasa melihat harga perangkat elektronik terus turun," ujar Tomas Hochstenbach dari situs teknologi Belanda, Tweakers. "Namun saat ini, kemungkinan besar perangkat yang Anda beli justru memiliki spesifikasi lebih rendah dibandingkan perangkat yang tersedia setahun lalu."

Data Pricewatch milik Tweakers menunjukkan konsumen kini harus merogoh kocek lebih dalam, dengan kenaikan berkisar antara 50 euro hingga 200 euro (sekitar Rp1 juta hingga Rp3,5 juta), tergantung pada kapasitas memori perangkat yang dibeli.

Dampak pada Berbagai Merek dan Konsol

Kenaikan harga ini terlihat nyata pada beberapa produk populer. Model Samsung Galaxy A, misalnya, kini dijual sekitar 50 euro lebih mahal dibandingkan seri tahun lalu, meski mengusung spesifikasi dan kapasitas memori yang hampir serupa. Di sektor hiburan, harga konsol PlayStation 5 (PS5) tercatat naik sekitar 100 euro dibandingkan awal tahun ini.

Langkah serupa juga diambil oleh Microsoft yang mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox sebesar 50 euro di Belanda mulai Agustus mendatang. Sementara itu, Apple telah menaikkan harga laptopnya sedikitnya 100 euro pada bulan lalu.

Penurunan Spesifikasi dengan Harga Sama

Selain kenaikan harga langsung, laporan tersebut menyoroti strategi produsen laptop berbasis Windows yang mulai memasang memori 8 gigabita (GB), turun dari standar sebelumnya sebesar 16 GB, namun tetap mempertahankan harga jual yang sama. Hal ini membuat konsumen mendapatkan perangkat dengan kemampuan lebih rendah untuk nilai uang yang sama.

Kondisi ini diperkirakan tidak akan membaik dalam waktu dekat. Produsen chip utama seperti Micron memprediksi keterbatasan pasokan akibat tingginya permintaan industri AI akan terus berlanjut setidaknya hingga tahun 2028. (Ant/Anadolu/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |