Perundingan dengan Iran Mandek, Wapres JD Vance Balik ke AS

18 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan pembicaraan damai dengan Iran sejauh ini belum mencapai kesepakatan.

Kepada wartawan di Pakistan pada Minggu (12/4) pagi, Vance mengaku para pejabat AS sudah keluar dari ruang negosiasi dan berencana kembali ke Washington.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS dan Iran akhirnya memulai perundingan damai sejak Sabtu (11/4) usai sepakat gencatan senjata pada Rabu (8/4) lalu. Pembicaraan tersebut berlangsung selama 21 jam dengan dimediasi oleh Pakistan.

Ini merupakan perundingan tatap muka pertama kedua negara sejak revolusi Islam 1979. Delegasi AS dipimpin langsung oleh JD Vance, sementara delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.

Seorang pejabat Pakistan sempat mengatakan kepada AFP bahwa pembicaraan kedua negara berjalan positif, dengan suasana yang positif pula.

"Saya dapat mengatakan bahwa diskusi berjalan positif dan suasana secara keseluruhan ramah," ujarnya.

Kendati demikian, setelah istirahat sejenak, seorang sumber Pakistan mengatakan kepada Reuters bahwa ada perubahan suasana dari kedua belah pihak.

"Terjadi perubahan suasana hati dari kedua belah pihak. Suhu naik turun selama pertemuan," ujarnya.

Dalam keterangannya, Vance mengatakan ada kekurangan dalam pembicaraan dan bahwa Iran telah memilih untuk tidak menerima syarat dari AS.

Sementara itu, dalam sebuah unggahan di X, pemerintah Iran menyatakan pembicaraan telah selesai dan para ahli teknis akan bertukar dokumen. Meski begitu, pemerintah Iran mengakui masih ada perbedaan pendapat antara kedua belah pihak.

"Negosiasi akan berlanjut meskipun masih ada beberapa perbedaan," demikian pernyataan pemerintah Iran, tanpa merinci kapan negosiasi akan dilanjutkan.

Sebelum pembicaraan dimulai, seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa pencairan aset Teheran di Qatar menjadi salah satu tuntutan Iran dalam negosiasi dengan AS.

Sumber itu mengeklaim bahwa AS telah setuju mencairkan miliaran dolar aset Iran yang selama ini dibekukan di Qatar dan bank-bank asing.

Selain pembebasan dana, Iran juga disebut menuntut kendali atas Selat Hormuz, ganti rugi perang, serta gencatan senjata di seluruh wilayah termasuk Lebanon.

Teheran juga ingin memungut biaya transit bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz telah menjadi salah satu isu krusial dalam negosiasi AS-Iran saat ini. Selat yang bertanggung jawab atas 20 persen minyak dunia itu ditutup Iran sejak perang pecah.

Militer AS sempat mengatakan dua kapal perangnya telah melewati selat tersebut dan sedang menyiapkan kondisi untuk membersihkan ranjau yang ditebar Iran.

Media pemerintah Iran sementara itu membantah kapal-kapal AS telah melintasi jalur maritim tersebut.

(blq/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |