Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menegaskan capaian diplomasi investasi Indonesia dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti efektivitas strategi proaktif dan kolaboratif pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani angkat bicara terkait perlambatan penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 sebesar Rp900 triliun atau hanya tumbuh 0,1 persen yoy anjlok dibandingkan PMA 2024 yang tumbuh 21 persen yoy. Rosan menyinggung faktor Danantara yang mampu meningkatkan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada 2025.
"Memang di dalam negeri ini peningkatannya lebih besar, sekitar 26,6 persen atau Rp 1.030,3 triliun. Kami melihat ini akan terus meningkat lebih besar lagi, karena faktor Danantara," ujar Rosan saat konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal IV 2025 di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Rosan meyakini pertumbuhan PMDN pada 2026 akan lebih tinggi dengan masifnya aksi investasi Danantara di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, hilirisasi, hingga chemical. Rosan mengatakan pemerintah pun telah memberikan kemudahan perizinan dalam menggenjot realisasi investasi tahun ini.
"Saya bisa memastikan (PMDN) dalam negerinya di 2026 ini akan meningkat lebih tinggi peningkatannya, yoy-nya akan meningkat lebih tinggi, terutama dengan semakin dipermudahnya akses perizinan dan juga pembiayaan juga," ucap Rosan.
Ia menyampaikan Danantara juga mulai akan menjalankan program waste to energy (WTE) yang mulai beroperasi pada Maret nanti. Rosan optimistis program tersebut tak sekadar menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah, melainkan juga menarik keterlibatan investor dalam dan luar negeri.
"Sebetulnya bukan PMA-nya yang melambat kalau saya melihatnya, (tapi) dalam negerinya yang lebih cepat," lanjut Rosan.

2 hours ago
1
















































