Salah seorang terduga pelaku digiring petugas setelah berhasil ditangkap (MI/Safuan)
TIM gabungan dari Satuan Reskrim dan Inafis Polres Semarang serta Polres Grobogan, didukung Subdit Jatanras Direktorat Reskrimum dan Inafis Polda Jawa Tengah, berhasil membekuk dua terduga pelaku perampokan, penculikan, dan pembunuhan terhadap bos konter HP di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif sebenarnya di balik aksi nekat para pelaku.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah korban bernama Candra Waskito,25, pemilik konter Royal Phone di Pojoksatu, Kecamatan Ambarawa, ditemukan tewas di dalam mobil miliknya di Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Semarang.
Setelah melakukan perburuan intensif sejak peristiwa ini terbongkar pada Kamis (6/8), tim gabungan akhirnya berhasil meringkus kedua terduga pelaku yang berinisial TI dan DPP di dua lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. Kedua pelaku yang masih berusia remaja tersebut tampak pasrah saat digiring petugas menuju ruang pemeriksaan.
"Ya sudah di tangkap, sedang kita periksa," kata Kepala Polres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo.
Heru menjelaskan bahwa keberhasilan penangkapan ini berawal dari olah tempat kejadian perkara (TKP), serangkaian penyelidikan, serta pemeriksaan terhadap sedikitnya tujuh orang saksi. Dari langkah-langkah tersebut, polisi berhasil mengantongi petunjuk penting hingga melacak keberadaan para pelaku.
Selain menemukan jenazah korban yang mengalami luka di bagian belakang kepala, petugas turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit mobil sedan warna hitam milik korban beserta 53 dus gawai yang ada di dalamnya, serta berbagai barang bukti pendukung dari TKP maupun lokasi penemuan jenazah. "Ada luka di bagian belakang Kepala korban," imbuhnya.
Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Anwar Nasir. Setelah berhasil ditangkap, kedua pelaku langsung diserahkan ke Satuan Reskrim Polres Semarang untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Masih diperiksa dslan terus didalami penyidik untuk mengungkap motif sebenarnya aksi perampokan, penculikan dan pembunuhan kedua pelaku," tuturnya.
Pelaku Diduga Kenal dengan Korban
Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengungkapkan bahwa salah seorang terduga pelaku diduga kuat saling kenal dengan korban. Pasalnya, pelaku dan korban diketahui merupakan warga dari kecamatan yang sama dan berusia sebaya.
Bahkan, salah satu terduga pelaku sempat bersikap terlampau tenang dengan mendatangi lokasi kejadian. Pelaku membaur di tengah kerumunan warga yang menyaksikan tim kepolisian melakukan olah TKP di depan konter ponsel korban, tepat setelah kasus ini terbongkar.
Berdasarkan foto yang beredar, pelaku utama terlihat berdiri menyatu dengan warga sekitar sebelum akhirnya ditangkap oleh tim gabungan. Muncul dugaan kuat bahwa setelah membuang mayat beserta mobil korban di wilayah Gubug, para pelaku kembali lagi ke lokasi kejadian untuk memantau situasi.(Z-2)

















































