Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.
REPUBLIKA.CO.ID,BANYUMANIK — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, kebijakan pengaturan lalu lintas, termasuk one way nasional, dilakukan fleksibel mengikuti kondisi riil di lapangan. Pemantauan dilakukan melalui traffic counting serta dukungan teknologi digital dari udara.
Ia menjelaskan, arus balik pada Selasa (24/3/2026) telah memasuki fase padat sejak diberlakukannya one way nasional yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada pukul 14.00 WIB. Prediksi puncak arus balik juga jatuh pada tanggal tersebut sehingga berbagai skema rekayasa lalu lintas disiapkan berlapis.
“Bisa juga besok pagi (Rabu) apabila traffic counting atau bangkitan arus dari arah Trans Jawa, baik dari Semarang menuju Jakarta, masih tinggi, kemungkinan one way akan kita perpanjang,” kata Agus di Posko Gerbang Tol Banyumanik, Selasa.
Sebelumnya, Kepolisian menyiapkan skenario penerapan one way nasional tahap tiga pada arus balik Lebaran 2026 jika lonjakan kendaraan dari arah Trans Jawa masih tinggi. Kakorlantas menyampaikan langkah tersebut berbasis evaluasi lapangan dan data digital.
Korlantas sebelumnya telah melakukan langkah antisipatif melalui penerapan one way lokal di wilayah Jawa Tengah. Skema ini diberlakukan dari Salatiga menuju Kalikangkung untuk mempercepat aliran kendaraan ke arah Jakarta.
Pada tahap berikutnya, Korlantas menerapkan konsep one way sepenggal presisi dari KM 263 hingga KM 70. Di titik lanjutan, contraflow dua lajur disiapkan guna mengurai bangkitan arus dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan kawasan Semarang Raya.
Perkembangan pada sore hari menunjukkan adanya penambahan ruas one way dari KM 459 hingga KM 414 Kalikangkung berdasarkan hasil evaluasi bersama Polda Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus di titik-titik padat.

2 hours ago
3
















































