Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bakal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang dan Tunjungan, untuk mengatasi masalah sampah Ibu Kota.
"Jakarta sudah secara resmi saya sudah menandatangani surat kepada Menteri Pangan, kepada Menko Pangan, dan Menteri LHK, untuk dua lokasi, yaitu yang pertama di Bantargebang, yang kedua adalah Tunjungan, untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
"Dengan kapasitas antara 3.000 sampai dengan 4.000 ton per hari," sambungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menjelaskan bahwa kapasitas pengolahan dari fasilitas baru tersebut dirancang untuk melampaui volume produksi sampah harian warga Jakarta.
Dengan proyeksi daya tampung yang masif, sistem ini diharapkan mampu menyerap seluruh sisa konsumsi rumah tangga maupun industri secara otomatis.
Pramono juga mengatakan ada satu rencana tambahan PLTSa yang tengah disiapkan.
Jika seluruh PLTSa berjalan, Jakarta akan memiliki kapasitas pengolahan hingga 10.000 ton per hari, melewati sampah harian Jakarta yang berkisar 7.500 ton.
"Sehingga dengan demikian mudah-mudahan kalau ini berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan, persoalan sampah di Jakarta secara otomatis akan tertangani," ucapnya optimis.
Terkait tumpukan sampah yang sempat menggunung di beberapa titik seperti Tanjung Priok dan Pasar Induk Kramat Jati, Pramono mengonfirmasi bahwa hal tersebut merupakan dampak teknis dari longsornya zona 4A di TPST Bantargebang.
"Dampak dari kurang lebih 10-12 hari, Bantargebang zona 4A tidak bisa digunakan, memang menyebabkan dampak kemudian ada penimbunan di berbagai tempat sampah-sampah," jelas Pramono.
Ia memastikan proses pengangkutan kembali normal seiring dengan pembukaan kembali akses pembuangan.
"Tapi dari 3-4 hari ini, termasuk tadi malam, termasuk di Kramat Jati yang menumpuk cukup besar, sekarang ini sudah mulai diangkutin kembali ke Bantargebang," ucap Pramono.
Mengenai operasional RDF (Refuse Derived Fuel) Rorotan, Pramono menegaskan bahwa fasilitas tersebut sudah mulai bekerja.
Saat ini, lokasi tersebut dilaporkan sudah melakukan tahap commissioning dengan kapasitas rata-rata 700 ton sampah per hari.
(fra/kna/fra)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
3

















































