Profil Ifeanyi Ndukwe, Bek Muda Liverpool yang Terganjal Aturan Brexit

5 days ago 3
Profil Ifeanyi Ndukwe, Bek Muda Liverpool yang Terganjal Aturan Brexit Bek Liverpool Ifeanyi Ndukwe(AFP/DANIEL BARTEL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

MASA pramusim pertama Liverpool di bawah asuhan manajer baru Andoni Iraola menghadirkan tantangan tersendiri. Dari empat laga persahabatan yang telah dijalani, The Reds mencatatkan dua kemenangan atas Sunderland dan Wrexham, namun harus menelan kekalahan dari Leeds United dan Monaco setelah sempat membuang keunggulan dua gol.

Di tengah inkonsistensi hasil tersebut, muncul satu titik cerah yang menarik perhatian publik Anfield: Ifeanyi Ndukwe. Bek tengah berusia 18 tahun asal Austria ini mendadak menjadi andalan menyusul krisis pemain di lini belakang Liverpool.

Memanfaatkan Momentum Cedera

Iraola, saat ini, tengah kekurangan opsi di sektor bek tengah. Joe Gomez mengalami cedera pada laga pramusim pertama, sementara rekrutan anyar senilai Rp1,2 triliun (£60 juta), Jeremy Jacquet, absen karena masalah lutut. Selain itu, Giovanni Leoni juga masih dalam tahap pemulihan cedera lutut serius.

Kondisi ini memberikan berkah bagi Ndukwe. Pemain bertinggi badan 198 cm ini telah mengantongi dua kali 90 menit bermain dan satu penampilan selama 80 menit. Puncaknya, ia dipercaya tampil sebagai starter mendampingi kapten Virgil van Dijk saat melawan Monaco di Anfield, Minggu lalu.

Ndukwe langsung mencuri perhatian penonton lewat aksi backheel menawan yang mengecoh pemain Monaco, Mika Biereth, serta ketangguhannya dalam memenangkan duel-duel defensif krusial.

Tembok Besar Bernama Brexit

Meski tampil impresif, Ndukwe dipastikan tidak akan tampil mendampingi Van Dijk dalam laga pembuka Liga Primer Inggris melawan Newcastle. Kendala utamanya bukanlah kualitas teknis, melainkan regulasi izin kerja pasca-Brexit.

Berdasarkan aturan yang berlaku di 2026, Ndukwe belum memenuhi target poin untuk mendapatkan Governing Body Endorsement (GBE) guna memperoleh visa kerja di Inggris. Ia juga tidak bisa menggunakan slot Elite Significant Contribution (ESC) karena Liverpool hanya memiliki satu kuota musim ini, yang sudah diisi oleh pemain muda Senegal, Mor Talla Ndiaye.

Keterbatasan slot ESC Liverpool disebabkan oleh rendahnya persentase menit bermain pemain lokal (England Qualified Players/EQP) musim lalu, setelah klub kehilangan nama-nama seperti Trent Alexander-Arnold dan Jarell Quansah.

Rencana Peminjaman ke Eropa

Ndukwe, yang didatangkan dari Austria Vienna dengan biaya transfer sekitar Rp53 miliar (£2,6 juta), kini harus menempuh jalur peminjaman untuk mengumpulkan poin izin kerja. Virgil van Dijk sendiri memberikan pujian tinggi bagi rekan duetnya tersebut.

"Dia talenta besar, sosok yang tangguh dan mau belajar. Faktanya dia harus dipinjamkan, dan di mana pun dia berada nanti, dia harus belajar dan siap saat kembali ke sini," ujar Van Dijk.

Agen sang pemain, Georg Lederer, mengonfirmasi bahwa saat ini mereka sedang mencari klub di Eropa yang bisa memberikan menit bermain di level tinggi. Jika Ndukwe bermain di liga yang kompetitif dan mengumpulkan 15 poin yang dibutuhkan, ia berpeluang kembali ke skuad Liverpool pada Januari mendatang.

Sebelum meninggalkan Merseyside untuk masa peminjaman, Ndukwe masih memiliki satu kesempatan terakhir untuk berseragam Liverpool dalam laga persahabatan melawan Como pada 16 Agustus mendatang. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |