Pemkot Bandung melakukan pemotongan dan penurunan kabel udara di kawasan Jalan Buahbatu yang merupakan upaya penataan infrastruktur jaringan utilitas.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Bandung Infra Investama (BII) kembali melanjutkan proyek ducting kabel atau pembangunan infrastruktur pasif telekomunikasi seperti manhole dan handhole di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung tahun 2026. Proyek yang sempat dihentikan tahun 2025 karena berdampak kepada kemacetan dan pemicu kecelakaan diklaim menggunakan metode yang berbeda.
"Sejak pekerjaan tahun 2024 terakhir sampai kemudian berlanjut dihentikan tahun 2025 lalu dievaluasi dan metodenya sudah ada 36 ruas jalan siap infrastruktur pasif telekomunikasi tertanam di bahu jalan," ucap Direktur Utama PT BII Asep Wawan Darmawan saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).
Ia menuturkan infrastruktur pasif telekomunikasi di 36 ruas jalan yang sudah ada tinggal dimanfaatkan. Asep mengatakan secara bertahap seluruh kabel di ruas jalan itu akan diturunkan dan dipindahkan sedangkan tiang listrik akan dipotong.
Beberapa ruas jalan itu seperti di Jalan Lembong, Jalan Merdeka, Jalan Kalimantan dan Jalan Sumbawa. Untuk tahun 2026, ia menuturkan proyek ducting akan dilakukan di 60 ruas jalan di antaranya Jalan Otista. Asep mengklaim proses pembangunan akan meminimalisasi dampak yaitu kemacetan maupun mengurangi lubang galian.
Asep mengatakan pada 2027 proyek ducting tetap akan dilakukan mengingat total ruas jalan yang akan dibangun infrastruktur pasif telekomunikasi mencapai 149 ruas jalan. Dari pantauan, proyek ducting di sejumlah ruas jalan menggunakan metode menggali bahu jalan bersampingan dengan trotoar jalan. Sedangkan sebelumnya proyek ducting dilakukan dengan menggali lubang sejumlah titik pada ruas jalan di Kota Bandung.
Akibat proyek penggalian lubang proyek sebelumnya berdampak kepada kemacetan di momen liburan. Selain itu, dilaporkan banyak terjadi kecelakaan akibat dampak dari adanya lubang proyek.

1 hour ago
2









































