PSSI Dorong Rivalitas Lahirkan Perdamaian Pendukung I.League

4 days ago 3
PSSI Dorong Rivalitas Lahirkan Perdamaian Pendukung I.League ilustrasi.(MI)

SEKRETARIS Jenderal PSSI Yunus Nusi berharap suporter klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi untuk membangun silaturahmi satu sama lain.

"Misalnya Arema dengan Persebaya. Kami berharap ada edukasi di sana. Kalau misalnya Arema bermain di kandang Persebaya, tidak apa-apa kami mengundang atau mempertemukan beberapa suporter Arema untuk datang ke Surabaya. Mereka bisa saling bersilaturahmi di sana," kata Yunus kepada awak media di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Rabu (12/8).

Yunus berharap upaya tersebut dapat membuka jalan bagi suporter klub-klub yang memiliki rivalitas panas, seperti Arema FC dengan Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta dengan Persib Bandung, untuk dapat berada dalam satu stadion yang sama menyaksikan tim kesayangannya bertanding.

Diketahui, operator kompetisi sepak bola Indonesia I.League sudah mencabut aturan larangan suporter tandang untuk musim depan, setelah aturan itu sudah berjalan empat tahun dalam kompetisi sepak bola tanah air sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Namun, penerapannya pada musim 2026/2027 tidak otomatis diberlakukan pada semua laga. I.League menekankan tim-tim dengan rivalitas tinggi, termasuk Arema versus Persebaya dan Persija melawan Persib masih dipastikan tanpa kehadiran suporter tandang.

Yunus mengungkapkan arti penting sosialisasi dan edukasi kepada suporter-suporter tersebut. Dia yakin suporter-suporter dengan rivalitas panas bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

"Saya yakin bahwa di tingkat atas, para suporter sebenarnya berkawan. Mereka saling menghargai dan menghormati. Namun, di tingkat bawah terkadang masih ada rivalitas dan mungkin ada masa lalu yang belum bisa dilupakan," kata Yunus.

"Jadi, PSSI sangat memberikan kepercayaan kepada operator dan klub. Kami sangat berharap ada mitigasi dan edukasi yang dilakukan oleh operator dan klub dalam rangka penerapan kebijakan suporter away itu," tambah dia.

Lebih lanjut, dia berharap langkah-langkah silaturahmi menjadi momentum bagi seluruh suporter untuk membulatkan tekad menjaga persatuan dan menghentikan rivalitas yang berujung pada kerusuhan hingga hilangnya nyawa. (Ant/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |