Qatar Tembak Jatuh Dua Jet Tempur Iran

11 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Angkatan Udara Qatar menembak jatuh dua pesawat tempur Iran di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah, pada Senin (2/3).

Insiden ini terjadi setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu aksi balasan Teheran di kawasan.

Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan dua jet tempur SU-24 berhasil dijatuhkan, sementara tujuh rudal balistik dan lima drone juga berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ancaman ditangani segera setelah terdeteksi sesuai rencana operasional, dan seluruh rudal berhasil dihancurkan sebelum mencapai targetnya," demikian pernyataan Kemhan Qatar, dikutip Al Jazeera.

Qatar mengecam serangan Iran yang dinilai ceroboh dan tidak bertanggung jawab karena menargetkan wilayahnya sebagai aksi balasan atas serangan AS dan Israel.

Dalam beberapa hari terakhir, Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan negara lain di kawasan.

Koresponden Al Jazeera di Doha, Zein Basravi, menyebut penembakan jatuh pesawat Iran itu sebagai "eskalasi militer besar."

"Ini berpotensi menjadi awal pertempuran udara langsung dalam konflik yang telah meningkatkan tajam selama tiga hari terakhir," ujar Basravi.

Hingga Senin, Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap klaim Kementerian Pertahanan Qatar itu.

Namun sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Iran berhak membela diri "dengan seluruh kekuatan" sebagai respons atas serangan AS dan Israel.

Serangan itu disebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Baghaei mengatakan militer Iran bertindak untuk "membela kedaulatan nasional dan integritas wilayah Iran dari tindakan agresi barbar".

Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir-Saeid Iravani, juga menegaskan respons Teheran bersifat "sah, perlu, dan proporsional".

"Kami hanya menargetkan sasaran militer dan tidak menyerang warga sipil maupun kepentingan negara tetangga," kata Iravani.

"Menurut hukum internasional, setiap negara berkewajiban memastikan wilayahnya tidak digunakan untuk tindakan agresi terhadap negara lain," tambah dia.

Namun, serangan Iran terhadap target AS dan Israel di berbagai wilayah Timur Tengah memicu kecaman internasional serta meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik.

Dalam pernyataan bersama pada Minggu, sejumlah negara kawasan bersama AS mengecam serangan rudal dan drone Iran yang dinilai sembrono dan tanpa pandang bulu terhadap wilayah kedaulatan negara-negara di kawasan.

"Serangan itu tidak dapat dibenarkan ini menargetkan wilayah kedaulatan, membahayakan warga sipil, merusak infrastruktur sipil, dan menegaskan kembali hak masing-masing negara untuk membela diri."

(rnp/dna)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |