REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Realisasi penerimaan pajak pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat sepanjang tahun 2025 mencapai Rp119,7 miliar. Penerimaan pajak tahun lalu itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 dari data yang diterima Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB.
"Sepanjang 2025 pajak pariwisata di KBB mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat ada lonjakan penerimaan sekitar Rp4 miliar dibandingkan tahun 2024 yang menghasilkan sekitar Rp116 miliar, tahun 2025 Rp119 miliar," ungkap Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, David Oot saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Sektor pajak pariwisata yang menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) itu bersumber dari beberapa komponen pajak yang berkaitan langsung dengan bisnis kepariwisataan. Rinciannya, pajak hotel menyumbang sebesar Rp32,4 miliar, pajak restoran sebesar Rp68,5 miliar, serta pajak hiburan mencapai Rp18,8 miliar.
Menurut David, tumbuhnya pajak dari bisnis pariwisata di Bandung Barat dikarenakan adanya pembinaan teknis yang berjalan baik. Pihaknya tentu saja berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Bandung Barat khususnya Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda).
"Pertama kalau untuk pembinaan teknis kepariwisataan oleh Disparbud dan untuk pajak itu kolaborasi karena yang memungut pihak Bapenda," kata David.
Selain itu, kedisiplinan wajib pajak juga dinilai semakin baik yang sedikitnya menjadi pertanda bangkitnya bisnsi pariwisata di Bandung Barat usai dihantam pandemi COVID-19. Slah satunya terlihat dari peningkatan kunjungan wisata saat libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026.
David menilai pariwisata menjadi salah satu potensi unggulan daerah. Selain pesona destinasi wisata, Bandung Barat khususnya wilayah Utara seperti Lembang, Parongpong dan Cisarua juga menawarkan atmosfer sejuk yang menjadi daya tarik wisatawan.
Ke depan, pihaknya optimistis terhadap pertumbuhan sektor pariwisata. Namun demikian, David mengingatkan adanya sejumlah faktor yang perlu diantisipasi, seperti isu kebencanaan dan keamanan.
"Pendapatan di sektor pariwisata untuk tahun ini secara prinsip memang kami optimis ada peningkatan. Tapi dengan catatan jangan ada narasi sesar Lembang, erupsi Tangkuban Parahu atau isu-isu yang mengkhawatirkan. Dan juga faktor keamanan," imbuh David.

2 hours ago
1

















































