Restoran India Terancam Tutup Akibat Krisis Gas Imbas Perang

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Restoran di India menghadapi ancaman gangguan operasional karena perang AS-Israel vs Iran memicu kelangkaan gas, Selasa (10/3).

Pelaku usaha memperingatkan, sejumlah restoran berpotensi menghentikan layanan, jika pasokan gas tidak segera stabil. Tidak hanya usaha kecil, usaha besar juga akan terdampak.

Jaringan restoran makanan Meksiko, California Burrito yang memiliki lebih dari 100 gerai, mulai dari Bengaluru dan Chennai, tengah mengalami kelangkaan gas. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bert Muller, pendiri California Burrito, mengaku restorannya hanya punya stok LPG hingga dua hari ke depan. Jika tidak ada solusi dari pemerintah India, krisis bisa terjadi.

"Kami hanya memiliki stok LPG untuk dua hari. Saat ini kami sedang menyiapkan langkah darurat. Kami menghemat penggunaan gas dan mulai memasang kompor induksi di beberapa gerai," kata Muller.

Kementerian Perminyakan India menyatakan telah membentuk panel untuk meninjau pasokan LPG bagi restoran dan sektor industri lain, menyusul pengajuan dari dua asosiasi industri.

"Industri restoran sangat bergantung pada LPG komersial untuk operasionalnya," kata Asosiasi Restoran Nasional India (NRAI), dalam surat kepada Kementerian Pengolahan Makanan, Senin (9/3).

"Gangguan pasokan akan memicu penutupan besar-besaran yang bersifat katastrofik," tulis NRAI. Ini bukan bentuk ancaman, tetapi peringatan akan akan ancaman yang bakal datang.

Kelangkaan bahan bakar mulai terjadi di India setelah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menghentikan lalu lintas kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Situasi ini mendorong kenaikan harga energi serta biaya transportasi, sekaligus menekan ekspor dan produksi negara produsen Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi.

Perusahaan energi di India untuk pertama kalinya dalam satu tahun menaikkan harga LPG. Seiring meningkatnya biaya impor, harga jual melambung dan membuat warga agak panik.

Qatar, pemasok LNG terbesar bagi India, menghentikan produksi pekan lalu. Ini dilakukan setelah serangan Iran ke negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan AS-Israel. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/rnp/dan)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |