REVIEW FAN MEETING
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Minggu, 29 Mar 2026 12:20 WIB
Review fan meeting Hearts2Hearts di Jakarta: Hangat, personal, dan emosional dengan alur acara yang pas, serta dipenuhi energi Ha-chu. (SM Entertainment)
Christie Stefanie
Review fan meeting Hearts2Hearts di Jakarta: Hangat, personal, dan emosional dengan alur acara yang pas, serta dipenuhi energi Ha-chu.
Jakarta, CNN Indonesia --
Perjalanan musik Hearts2Hearts di industri musik mungkin masih terbilang amat belia. Namun, usia tersebut tak membendung energi dan keintiman saat gelar penampilan tunggal mereka di Indonesia.
Semua hal, mulai dari venue, setlist, terutama waktu, terasa amat pas untuk fan meeting pertama Hearts2Hearts di Tennis Indoor Senayan, Indonesia yang bertajuk Fanmeeting Hearts2House in Jakarta pada Sabtu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk penampilan tunggal perdana, Hearts2Hearts berhasil menciptakan suasana yang sangat intim dengan fan atau S2U (Ha-chu).
Pemilihan venue acara yang dipromotori Dyandra Global ini terasa sangat pas, tidak terlalu luas hingga terasa jauh, namun cukup besar untuk menampung energi pertemuan penggemar dan idolanya.
Alur acara pun dirancang dengan sangat pas, dengan memompa semangat Ha-chu di awal lewat The Chase dan Pretty Please kemudian transisi ke segmen interaktif Secret Heart Cabinet.
Semua terasa mengalir dengan pas, dan tidak ada momen yang terasa "kosong."
Segmen Secret Heart Cabinet ini menjadi bagian paling personal dan membuat penggemar semakin mengetahui idolanya.
Dipandu bergantian oleh para member, terutama Ian, masing-masing menunjukkan sisi manusiawi mereka melalui barang-barang pribadi penuh kenangan yang ditaruh dalam loker.
Stella dan A-na membawa suasana haru saat menceritakan perhiasan berupa kalung dan anting pemberian orang tua mereka setelah debut.
Sementara barang fungsional, seperti selimut pink Yuha, parfum Ian, tumbler Juun, digicam Ye-on, hingga headphones Jiwoo memberikan gambaran kehidupan di balik layar mereka.
Sorotan utama tentu pada Carmen yang juga memamerkan gelang pemberian orang tuanya yang selalu ia bawa ke mana pun hingga kini, bak menjadi simbol betapa ia tidak pernah melupakan akarnya.
Ia selaku "tuan rumah" tak lupa merekomendasikan nasi padang yang selama ini sudah dikenal jadi makanan kesukaannya, kemudian telur dadar gulung, dan sate, hingga mengajak main ke rumahnya di Bali.
Setiap cerita ditutup dengan dance cover dari masing-masing member, mulai dari Hug Me Once, That's a No No, Catch Catch, Anymotion, Fame, Replay, hingga Kasih Paham Bos dan Malu Malu yang menjaga ritme acara tetap asyik.
Para member pun tak lupa dengan sentuhan lokal melalui penggunaan bahasa Indonesia, seperti "Sayang sayangku," dan "Iziin," "Ha-chu mana suaranya," membuktikan bahwa mereka melakukan persiapan matang untuk menyentuh hati penggemar lokal.
Momen intim itu kemudian ditutup dengan Butterfly. Hanya mengambil sedikit waktu untuk berganti kostum, Hearts2Hearts kemudian kembali memanaskan fan meeting dengan membawakan hit mereka, Style.
Satu hal yang tidak perlu diragukan lagi adalah militansi fan di Indonesia. Sepanjang konser, Ha-chu membuktikan reputasi mereka sebagai "koor" terbaik.
Bukan hanya meneriakkan fanchant, tapi hampir di setiap lagu, penonton ikut bernyanyi dengan lantang. Puncaknya adalah ribuan fan kompak menyikat habis high note bagian Carmen kompak sempurna saat Style.
Energi ini memberikan nyawa tambahan bagi para member di atas panggung. Para member, terutama Carmen, pun terlihat tersenyum ketika mendengar high note Ha-chu.
Memasuki fase kedua, suasana semakin cair. Segmen OCM Heart Race dan Heart Attack (main dart) menunjukkan sisi kompetitif namun tetap menggemaskan dari masing-masing member.
Carmen memandu dengan membacakan aturan game dengan gaya santai yang memancing tawa penggemar, "Susah dimengerti ya, jadi langsung aja," "Aku juga enggak ngerti."
Momen tersebut juga membuat fans meleyot dengan aegyo member, seperti Carmen mengajak fans "makan bareng" dan Juun menyapa dengan panggilan "sayang."
Mereka kemudian dengan apiknya kembali memompa semangat Ha-chu dengan memamerkan kemampuan cover lagu hit dari para sunbae, seperti Gee dan Genie dari Girls' Generation, Red Flavor dari Red Velvet, hingga Electric Shock dari f(x).
Momen paling epik terjadi di babak ketiga saat Hearts2Hearts membawakan Rude. Di sini lah reputasi Ha-chu Indonesia sebagai salah satu basis massa terkuat terbukti nyata.
Kompak dan sangat keras, suara penonton dalam hall menggema begitu hebat hingga suara para member di atas panggung nyaris tertutup oleh gemuruh vokal fans.
Menyaksikan energi yang tidak masuk akal tersebut, para member justru terpukau dan memberikan respons luar biasa, yakni meminta ulang, terutama bagian interlude, secara khusus untuk dilakukan bersama Ha-chu.
Lanjut ke sebelah...
Add
as a preferred source on Google
Perayaan Ulang Tahun Carmen saat Fan Meeting Hearts2Hearts di Jakarta BACA HALAMAN BERIKUTNYA

5 hours ago
5

















































