Rumah di Bandung Barat Digerebek Polisi, Isinya Sinte 1,5 Kwintal Senilai Rp15 Miliar

1 hour ago 4

Sebuah rumah di Perumahan Pangauban Silih Asih, RT 03, RW 14, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat digerebek polisi karena menjadi tempat memproduksi tembakau sintetis.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Polisi menggerebek sebuah rumah yang menjadi tempat produksi narkotika jenis tembakau sintetis atau sinte di Perumahan Pangauban Silih Asih, RT 03, RW 14, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Dalam penggerebekan pada Selasa (8/9/2026) itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi menyita barang bukti sinte seberat 1,5 kwintal senilai Rp15 miliar dan mengamankan dua tersangka, Reza Mulki Firmansyah (30) dan Arief Ichwan Sabar (31). Mereka merupakan kakak-beradik.

"Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi berhasil mengungkap produksi tembakau sintetis atau sinte di sebuah rumah. Total barang buktinya ada 150 kilogram," kata Kapolres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi di lokasi.

Terungkapnya home industry sinte itu bermula ketika polisi menerima informasi adanya rumah kosong yang sangat disinyalir memproduksi barang terlarang. Menerima informasi itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi langsung melakukan penyelidikan.

Setelah dipastikan, polisi akhirnya melakukan penggerebekan hingga menangkap kakak-beradik di lokasi tersebut. Barang bukti berupa tembakau sintetis dengan brutto 150.848 gram (150 kilogram) atau 1,5 kwintal dan bahan serta peralatan produksi juga disita polisi.

"Kedua pelaku meracik atah memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis di sebuah rumah kosong (TKP) untuk diedarkan dijual kembali. Mereka belajar secara autodidak," ujar Faruk.

Barang terlarang hasil produksi kakak-beradik itu diedarkan di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Bukan hanya itu, sinte tersebut juga masuk pasar gelap hingga ke provinsi lain seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan hingga Bali.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |