Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (16/4/2026).
Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka di posisi Rp17.125/US$ atau terapresiasi 0,03%. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah ke level terlemah sepanjang masa di Rp17.130/US$, atau terdepresiasi 0,12%.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,05% ke level 98,011.
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini mendapat dorongan positif dari faktor eksternal, terutama pelemahan dolar AS di pasar global.
Dolar AS sendiri masih bertahan di dekat level terendahnya sejak awal Maret terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Pelemahan ini terjadi setelah optimisme Gedung Putih terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran membaik, sehingga mendorong pelaku pasar mulai melepas aset safe haven seperti dolar AS.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perang AS-Israel melawan Iran sudah "mendekati akhir". Gedung Putih juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang tercapainya kesepakatan, dengan menyebut pembicaraan tatap muka lanjutan kemungkinan kembali digelar di Pakistan.
Di sisi lain, sumber yang mengetahui pembahasan di Teheran menyebut Iran dapat mempertimbangkan untuk kembali membuka jalur pelayaran di sisi Oman, Selat Hormuz, apabila tercapai kesepakatan yang bisa mencegah pecahnya konflik lanjutan.
Kondisi ini membuat indeks dolar AS kini bergerak sedikit di atas level 98, yang dipandang sebagai area support jangka pendek. Jika kembali menembus ke bawah level tersebut, tekanan terhadap dolar AS berpotensi semakin dalam.
Pelemahan greenback ini pada akhirnya membuka ruang penguatan bagi mata uang negara lain, tak terkecuali rupiah.
(evw/evw)
Addsource on Google

3 hours ago
3

















































