Sah! Proyek Pipa Rp 2,7 Trilliun Ini Resmi Mengalirkan Gas Perdana

2 hours ago 1

Batang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengalirkan gas perdana (gas-in) pada proyek Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II.

Adapun, proyek dengan nilai investasi mencapai Rp2,7 triliun ini menjadi salah satu langkah penting bagi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung pada Rabu (18/3/2026), setelah seluruh pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) rampung pada 5 Maret 2026 dan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima (BAST) 1.

Yuliot menegaskan, proyek Cisem Tahap II merupakan bagian dari program strategis pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi. Selain itu, keberadaan proyek ini diyakini dapat mempercepat pengembangan kawasan industri, komersial, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jawa.

"Dengan adanya ketersediaan energi tentu ini akan lebih mendorong percepatan pertumbuhan bagi daerah-daerah yang dilalui oleh infrastruktur yang sangat penting ini," kata Yuliot dalam kesempatan tersebut di Batang, Rabu (18/3/2026).

Lebih lanjut, Yuliot menilai model pembangunan menggunakan pembiayaan APBN menjadi kunci dalam menjaga daya saing industri. Setidaknya dengan investasi langsung oleh pemerintah, beban biaya pengangkutan gas atau toll fee dapat ditekan sehingga harga gas bagi industri lebih kompetitif.

Sementara di tempat yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman memastikan kesiapan operasional pipa setelah melalui serangkaian uji teknis, termasuk pengujian kebocoran.

Menurut dia, berdasarkan hasil uji menunjukkan bahwa tidak ada kebocoran, sehingga pipa siap difungsikan untuk mengalirkan gas ke konsumen di wilayah Jawa bagian barat.

"Alhamdulillah dari hasil uji tidak ditemukan kebocoran, jadi pipa bisa berfungsi dengan baik. Dan ini siap nanti kita akan alirkan gas ke konsumen yang membutuhkan di wilayah Jawa bagian Barat nantinya," kata Laode di tempat yang sama.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pengguna telah menyatakan komitmen awal untuk memanfaatkan infrastruktur ini, di antaranya adalah Kilang Balongan, PT Cikarang Listrindo, serta beberapa industri lainnya.

"Itu yang kami laporkan dan seluruh aspek keteknikannya juga sudah selesai. Kontraktor bisa bekerja dengan baik, manajemen konstruksi juga bekerja dengan baik," tambah Laode.

Sebagai informasi, proyek Cisem Tahap II memiliki panjang sekitar 242 kilometer dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunan dimulai sejak 6 Agustus 2024 hingga 5 Maret 2026, dengan total jam kerja aman mencapai 4,65 juta jam.

Dari sisi dampak ekonomi, proyek ini menyerap hingga 1.981 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi, serta mencatat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60,58%.

Pengelolaan pipa Cisem Tahap II ditugaskan kepada LEMIGAS berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026. Ke depan, LEMIGAS akan bekerja sama dengan mitra dalam optimalisasi pemanfaatan aset tersebut. Adapun sumber pasokan gas untuk pipa ini berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |