Satu Layar Banyak Emosi: Mengapa Komunikasi dengan Hati Semakin Dibutuhkan di Era Digital?

3 hours ago 3

Image Windy Aulia

Teknologi | 2026-06-18 16:19:57

Kemanjuan teknologi telah menjadikan proses komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Tidak sedikit aplikasi media sosial, seperti Instagram, Tiktok, Twitter, dan Facebook yang memiliki daya jelajah besar ke berbagai penjuru dan menciptakan efek komunikasi yang dapat dilakukan oleh manusia dimana saja dan kapan saja. Akan tetapi, kelebihan teknologi yang ada sekarang ini malah membuat banyak sekali masalah tercipta dan bertambah. Diskusi panas melalui media sosial, ucapan yang merendahkan, kesalahpahaman hanya terjadi karena satu ucapan dan pesan yang disampaikan tanpa adanya rasa empati.

Dalam era digital yang sangat cepat seperti sekarang ini, maka menjadi penting untuk berkomunikasi dengan hati. Komunikasi tidak hanya sebatas menyampaikan informasi saja, namun harus dilandasi dengan rasa empati, rasa pengertian dan penghargaan atas diri sendiri serta orang lain sehingga dapat membentuk interaksi yang sehat dan harmonis.Berdasarkan fenomena tersebut, dalam berkomunikasi, individu cenderung lebih mementingkan perasaannya sendiri dibandingkan dengan mencoba mengerti sudut pandang dan perasaan orang lain. Akibatnya, dunia digital tampak lebih seperti tempat saling mengkritik dan melempar informasi yang pada akhirnya menimbulkan pertikaian.

Teori Komunikasi Hati atau Heart Communication Theory (HCT) berkaitan dengan bagaimana komunikasi tersebut dilatarbelakangi oleh perasaan dan hati nurani. Teori ini sangat penting di era digital yang semakin banyak menimbulkan permasalahan. Selain itu, teori ini menekankan pentingnya empati dan simpati dalam berinteraksi. Sebelum mengomentari suatu unggahan atau menanggapi suatu perbedaan pendapat, seseorang perlu mempertimbangkan dampak kata-kata yang diucapkan terhadap orang lain. Dengan demikian, komunikasi digital tidak hanya menjadi sebuah sarana untuk bertukar informasi, melainkan ruang untuk saling pengertian.

Komunikasi dengan hati bukan sekadar konsep yang ideal, melainkan kebutuhan yang nyata di tengah masyarakat digital yang begitu beragam. Kemampuan setiap pengguna dalam mengolah pikiran dan perasaan menjadi kunci utama untuk menciptakan komunikasi yang sehat.Sudah saatnya kita sebagai pengguna bijak dalam menggunakan media digital, mengedepankan empati dan lebih menghargai perasaan orang lain. Dengan komunikasi yang berawal dari hati, ruang digital akan menjadi tempat yang lebih damai, manusiawi, dan bermanfaat bagi semua.

Windy Aulia

Mahasiswa Universitas Pamulang

Fakultas Komunikasi Dan Desain

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |