Sekda Jabar Pastikan Kasus Pelecehan Seksual Wabup Sumedang Tetap Berjalan

9 hours ago 14

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan investigasi kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Wabup Sumedang Fajar Aldila masih berjalan. Ia memastikan proses tersebut tidak mandek.

"(Proses investigasi) Masih berproses," kata Herman, Rabu (9/9/2026).

Namun, ia enggan menjawab saat ditanyakan sejauh mana mengenai progres pemeriksaan. Serta kapan Pemprov Jabar mengungkap hasil dari investigasi tersebut.

Sementara itu, Guru besar Unpad Prof Muradi memberikan pandangan terkait rencana salah satu fraksi DPRD Sumedang yang bakal mengajukan hak interpelasi dalam kasus yang menyeret nama Wabup Fajar Aldila. Ia mewanti-wanti terkait langkah yang akan dilakukan tersebut.

Muradi mengatakan terdapat tiga aspek yang harus terpenuhi sebelum dilakukan interpelasi. Apabila ketiga hal itu tidak terpenuhi maka gak interpelasi yang dilakukan patut diduga bermuatan political game.

Ia menyebut ketiga aspek tersebut yaitu terkait berdampak luas seperti kepala daerah tidak melaksanakan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik terganggu. Selain itu, hubungan antara eksekutif dan legislatif renggan karena tidak sama-sama paham.

"Ketiga yaitu kalau DPRD merasa proses yang telah dilakukan dalam kasus tersebut itu tidak proporsional," ucap dia, Rabu (9/9/2026).

Ia menuturkan, syarat-syarat itu nihil dalam kasus yang menyeret nama Wabup Sumedang. Sebab pelayanan publik tidak terganggu, hubungan Pemkab Sumedang dengan DPRD Sumedang dan kehidupan masyarakat normal saja.

"Saya menilai interpelasi ini terlalu jauh. Karena, ya syarat-syarat tadi tidak terpenuhi," ungkap dia.

Sebelumnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir    buka suara terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Wabup Sumedang Fajar Aldila. Ia meminta semua pihak menahan diri dan menunggu hasil investigasi yang dilakukan Pemprov Jabar.

Dony mengaku sudah bertemu dengan kedua belah pihak. Di satu sisi, ia memohon maaf kepada masyarakat Sumedang atas kegaduhan kasus tersebut.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang atas opini yang berkembang di masyarakat," ucap dia, Kamis (3/9/2026).

Ia mengungkapkan situasi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Dony pun mengaku sudah bertemu dengan Wabup Sumedang dan pihak yang diduga sebagai korban serta mendapatkan penjelasan lebih dalam.

Ia mengaku ingin memastikan proses mencari kebenaran tetap berjalan. Serta melindungi hak dan martabat setiap pihak untuk diperlakukan secara adil.

"Kedua belah pihak telah menyampaikan penjelasan," kata dia.

Ia mengaku belum dapat menyimpulkan terkait masalah tersebut. Dony mengajak semua pihak untuk tidak berasumsi sendiri sebelum hasil investigasi muncul.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |