CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 23:00 WIB
Ilustrasi. Sering kentut bisa jadi tanda ada yang tak beres dengan kesehatanmu. (Getty Images/iStockphoto/RealPeopleGroup)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak orang merasa khawatir ketika terlalu sering buang gas atau kentut dalam sehari. Tidak sedikit yang kemudian bertanya, sering kentut tanda penyakit apa? Padahal, kentut merupakan proses alami tubuh dalam sistem pencernaan.
Rata-rata seseorang dapat kentut sekitar 10 hingga 20 kali dalam sehari. Jumlah tersebut masih tergolong normal karena setiap manusia menghasilkan gas selama proses metabolisme.
Dengan kata lain, kentut merupakan mekanisme alami tubuh untuk membuang gas yang menumpuk di usus. Meski normal, frekuensi kentut yang berlebihan memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan memicu kekhawatiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh pola makan, kebiasaan sehari-hari, hingga gangguan kesehatan tertentu. Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut penyebab seseorang sering kentut serta kemungkinan penyakit yang berkaitan dengannya.
Penyebab umum sering kentut
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan seseorang lebih sering kentut dibanding biasanya. Berikut alasannya:
1. Terlalu banyak menelan udara (aerofagia)
Udara dapat masuk ke sistem pencernaan saat makan, minum, atau berbicara. Penumpukan udara ini kemudian berubah menjadi gas di dalam usus. Kebiasaan yang meningkatkan risiko aerofagia antara lain:
• Mengunyah permen karet
• Minum minuman bersoda
• Menggunakan sedotan
• Merokok
• Berbicara saat makan
• Mengalami stres atau kecemasan
• Menggunakan gigi palsu yang longgar
Semakin banyak udara tertelan, semakin besar kemungkinan tubuh mengeluarkannya melalui kentut.
2. Proses pencernaan makanan
Gas juga terbentuk dari sisa makanan yang tidak sepenuhnya dicerna di usus kecil. Sisa tersebut kemudian difermentasi oleh bakteri di usus besar dan menghasilkan gas sebagai produk sampingan.
Semakin lama sisa makanan berada di usus besar, semakin banyak gas yang terbentuk.
3. Makanan pemicu gas
Beberapa jenis makanan dikenal lebih mudah menghasilkan gas, seperti:
• Kacang-kacangan
• Sayuran seperti brokoli, kubis, kembang kol, dan bawang
• Buah apel, pisang, pir, dan kismis
• Gandum utuh dan makanan tinggi serat
• Produk yang mengandung laktosa
• Permen bebas gula dan makanan diet tertentu
Mengonsumsi makanan tersebut bukan berarti berbahaya, tetapi dapat meningkatkan produksi gas pada sebagian orang.
Lantas, sering kentut tanda penyakit apa?
Dalam kondisi tertentu, kentut berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kentut berlebih meliputi:
1. Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang berfungsi mencerna gula susu. Akibatnya, laktosa tidak tercerna dengan baik dan difermentasi oleh bakteri usus sehingga menghasilkan gas berlebih.
2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
IBS merupakan gangguan fungsi usus yang dapat menyebabkan perut kembung, nyeri perut, serta perubahan pola buang air besar. Sensitivitas usus yang tinggi juga membuat produksi gas meningkat.
3. Penyakit radang usus
Peradangan kronis pada saluran cerna dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi. Makanan yang tidak tercerna sempurna kemudian menghasilkan gas lebih banyak di usus besar.
4. Penyakit celiac
Penyakit ini terjadi akibat reaksi sistem imun terhadap gluten. Kerusakan pada usus halus membuat proses pencernaan terganggu sehingga gas lebih mudah terbentuk.
5. GERD (asam lambung naik)
Gangguan refluks asam lambung dapat menyebabkan seseorang lebih sering menelan udara saat makan atau sendawa, yang akhirnya meningkatkan gas di saluran pencernaan.
6. Sembelit kronis
Saat feses tertahan terlalu lama di usus besar, bakteri akan terus memfermentasi sisa makanan sehingga gas semakin menumpuk.
7. Pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil
Kondisi ini terjadi ketika bakteri di usus kecil berkembang secara berlebihan. Aktivitas bakteri tersebut menghasilkan gas dalam jumlah tinggi sehingga menyebabkan seseorang sering kentut dan merasa kembung.
Selain itu, beberapa penyakit saraf seperti Parkinson atau multiple sclerosis juga dapat memengaruhi sistem pencernaan sehingga memicu produksi gas berlebih.
Jadi, ketika muncul pertanyaan sering kentut tanda penyakit apa, jawabannya tidak selalu berkaitan dengan penyakit serius. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan jika terjadi terus-menerus.
Cara mengatasi kentut berlebihan
Penanganan kentut berlebihan bergantung pada penyebab utamanya. Dokter biasanya akan mengevaluasi riwayat kesehatan, pola makan, serta gejala yang dialami pasien.
Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi kentut antara lain:
• Menghindari makanan pemicu gas
• Makan lebih perlahan
• Mengunyah makanan dengan mulut tertutup
• Rutin berolahraga
• Membatasi minuman bersoda
• Mencatat makanan yang memicu gejala
Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan seperti tes darah, tes feses, atau pemeriksaan pencitraan untuk memastikan tidak ada gangguan pencernaan yang serius.
Kentut pada dasarnya merupakan bagian normal dari fungsi tubuh. Namun, memahami tanda penyakit sering kentut dapat membantu seseorang lebih waspada terhadap perubahan kondisi kesehatan.
Jika hanya terjadi sesekali, kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, apabila frekuensinya meningkat dan disertai keluhan lain, pemeriksaan medis menjadi langkah terbaik untuk memastikan penyebabnya.
(gas/tis)

4 hours ago
5

















































