Ilustrasi Shalat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara sunnah yang mempunyai keutamaan besar adalah sholat sunnah rawatib baik sebelum (qabliyah) ataupun sesudah (ba'diyah).
Seperti apakah tata cara sholat sunnah rawatib tersebut? Pada dasarnya, tata cara sholat rawatib tidak berbeda dengan sholat sunah pada umumnya, yakni dimulai dengan niat, dilanjutkan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat-surat, kemudian ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga diakhiri dengan salam.
Adapun perbedaannya terletak pada niat, yang secara khusus menyebutkan jenis sholat rawatib serta kedudukannya sebagai qabliyah maupun ba’diyah.
1. Rawatib Zuhur
Sholat sunnah rawatib zuhur dapat dilaksanakan baik sebelum sholat fardhu zuhur (qabliyah) maupun setelahnya (ba’diyah).
Pelaksanaannya dapat dikerjakan sebanyak dua atau empat rakaat, menyesuaikan kebiasaan dan kemampuan masing-masing. Adapun lafal niatnya adalah sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ / رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً / بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya sholat sunnah qabliyah/ba’diyah zuhur empat rakaat/dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Rawatib Ashar
Rawatib Ashar termasuk sholat sunnah qabliyah yang dikerjakan sebelum sholat fardhu Ashar. Sholat sunnah ini dapat dilaksanakan sebanyak dua atau empat rakaat. Bilamana dikerjakan empat rakaat, maka boleh dilakukan dengan satu kali salam atau dua kali salaman. Adapun lafal niatnya adalah sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ / رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya sholat sunnah qabliyah ashar empat rakaat/dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

7 hours ago
2













































