SHOW Token Kembangkan Ekosistem Perfilman Berbasis AI dan Web3

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan blockchain mulai mengubah lanskap industri hiburan global, termasuk cara film diproduksi, dibiayai, dan didistribusikan. Teknologi ini membuka model kolaborasi baru yang memungkinkan produksi film dilakukan lintas negara dengan struktur yang lebih terbuka dan berbasis komunitas.

Di tengah tren tersebut, SHOW Token muncul sebagai eksperimen global pemanfaatan AI dan Web3 dalam industri perfilman. Proyek ini mencoba menempatkan teknologi sebagai alat bantu proses kreatif, bukan sebagai pengganti peran kreator.

SHOW Token merupakan token utilitas dalam ekosistem Show AI, sebuah platform yang mengembangkan konsep studio film berbasis AI dan kolaborasi terdesentralisasi. AI dimanfaatkan untuk mendukung tahapan produksi, mulai dari pengembangan konsep, penulisan naskah, hingga pascaproduksi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi kerja.

Pengelola SHOW Token menjelaskan ekosistem ini dibangun dalam beberapa lapisan kerja. “Ekosistem SHOW Token terdiri atas AI Film Studio sebagai pusat produksi berbasis AI dan Creator Network yang menghubungkan penulis, seniman, serta pengembang AI dalam sistem kolaborasi terdesentralisasi,” demikian pernyataan tertulis SHOW Token, Sabtu (17/1/2026).

Menurut pengelola, setiap kontribusi dalam jaringan tersebut dicatat melalui mekanisme berbasis smart contract untuk menjaga transparansi dan pembagian peran. “Seluruh kontribusi dicatat secara on-chain sehingga koordinasi, hak, dan insentif dapat dikelola secara transparan,” tulis mereka.

Partisipasi komunitas menjadi elemen penting dalam model ini. Melalui Community Portal, pemegang token dapat terlibat dalam mekanisme staking dan voting untuk mendukung proyek film tertentu. Dalam konteks ini, SHOW Token berfungsi sebagai alat tata kelola dan akses, bukan semata instrumen perdagangan.

Selain itu, ekosistem Show AI juga mengintegrasikan model kepemilikan digital melalui NFT. Aset kreatif seperti cuplikan film, karya seni, dan elemen visual dapat ditokenisasi dan diperdagangkan. “NFT memungkinkan komunitas terlibat langsung dalam pendanaan dan kepemilikan konten kreatif,” tulis pengelola SHOW Token.

Bagi Indonesia, pendekatan ini memiliki relevansi tersendiri. Industri film nasional kerap menghadapi keterbatasan pendanaan dan akses distribusi global. Model produksi berbasis teknologi dan komunitas berpotensi membuka jalur alternatif, meski tetap memerlukan kesiapan regulasi, literasi digital, dan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait ekspansi SHOW Token ke Indonesia. Namun, sifat ekosistem yang terbuka memungkinkan kreator dan komunitas lokal berpartisipasi langsung dalam jaringan global tanpa harus menunggu kehadiran institusional.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |