Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Spanyol menarik duta besar mereka dari Israel secara permanen, usai memburuknya hubungan kedua negara buntut serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat di Iran.
Pengumuman itu tertuang dalam lembaran resmi yang menyatakan bahwa posisi duta besar tersebut sudah diakhiri pada Selasa (10/3), demikian dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Luar Negeri Spanyol juga menyatakan kedutaan besar mereka di Tel Aviv akan dipimpin Kuasa Usaha untuk waktu ke depan.
Sikap terbaru Spanyol ini menandai eskalasi terbaru hubungan diplomatiknya dengan Israel yang memburuk, sejak Zionis melancarkan agresi brutal ke Jalur Gaza, Palestina pada 2023 lalu.
Spanyol merupakan salah satu negara yang lantang mengecam agresi Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina. Negara Eropa itu bahkan mengakui kemerdekaan Palestina di tengah agresi Israel.
Spanyol juga pernah memanggil duta besar mereka pada September tahun lalu. Saat itu, Madrid melarang pesawat dan kapal yang membawa senjata ke Israel dari pelabuhan atau wilayah udaranya karena serangan militer Israel di Gaza.
Dalam hal perang di Timur Tengah, Spanyol juga mengecam keras. Selain itu, Spanyol menolak tak membantu AS dan Israel dalam perang melawan Iran.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan negara ini tetap pada posisinya, sama seperti mereka menolak agresi di Jalur Gaza, Palestina, dan invasi di Ukraina.
"Posisi pemerintah Spanyol bisa ditegaskan dalam beberapa kata: tidak ada perang," kata Sanchez dalam video yang diunggah di X.
Amerika Serikat sebelumnya meminta bantuan negara-negara Eropa termasuk Spanyol agar diizinkan menggunakan pangkalan mereka dalam perang melawan Iran. Namun, Madrid menolaknya.
(isa/dna)

3 hours ago
1

















































