Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadiriajaya, meminta para kepala daerah menerbitkan surat rekomendasi suspensi atau penangguhan jika menemukan yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bahan bakunya tidak menyerap komoditas petani maupun peternak lokal.
Hal itu disampaikan Hadiriajaya saat menghadiri rapat koordinasi rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pemprov Jawa Tengah (Jateng), Jumat (12/6/2026) kemarin. Dalam rapat tersebut, beberapa wakil bupati di Jateng menyampaikan keluhan terkait belum terserapnya produk petani dan peternak lokal di daerah masing-masing. Padahal, kehadiran SPPG turut didesain untuk meningkatkan kesejahteraan petani maupun peternak lokal.
Merespons hal itu, Hadiriajaya menjelaskan bahwa pembelanjaan bahan baku untuk program MBG dilakukan oleh pihak yayasan atau mitra. "Kepala SPPG hanya sebatas mengecek agar tidak melebihi harga eceran tertinggi. Namun, penentuan pemasok atau belanja ke mana, itu masih dari yayasan mitra," katanya.
Kendati demikian, dia tetap meminta para kepala daerah membuat surat rekomendasi suspensi jika menemukan SPPG yang tidak menyerap produk dari petani maupun peternak lokal setempat. "Di sini, melalui bapak/ibu, mohon kami juga dapat dibantu untuk mengecek apabila yayasan ataupun mitra yang ada di wilayah bapak/ibu tidak berbelanja kepada peternak lokal. Silakan bapak/ibu menyampaikan surat untuk rekomendasi suspensi," ucap Hadiriajaya.
Dia menambahkan, surat rekomendasi tersebut dapat dikirimkan ke KPPG Semarang maupun KPPG Sleman. "Nanti dari kami langsung merekomendasikan dan menindaklanjuti untuk dilakukan suspensi," ujarnya.
KPPG Semarang menaungi sekitar 2.400 SPPG di 20 kabupaten/kota se-Jateng. Sementara KPPG Sleman turut membawahi SPPG yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Jateng.
Dalam rapat rantai pasok MBG di Kantor Pemprov Jateng, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyampaikan bahwa jumlah SPPG di Jateng telah mencapai 4.635 unit. Namun, baru 4.060 SPPG yang aktif beroperasi.

3 hours ago
1

















































