CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 17:15 WIB
Ilustrasi. Protein banyak ditemukan di daging, dan memiliki manfaat yang luar biasa. (istockphoto/Rocky89)
Jakarta, CNN Indonesia --
Protein selama ini kerap diasosiasikan dengan atlet, latihan di gym, atau program penurunan berat badan. Padahal, perannya jauh lebih luas dan mendasar bagi tubuh.
Nutrisi ini menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga stamina, kekuatan, hingga kesehatan secara menyeluruh.
Melansir Helathline, protein jadi salah satu nutrisi yang masuk dalam kategori kebutuhan harian yang tak bisa diabaikan, terutama bagi orang dewasa yang aktif. Baik Anda rutin berolahraga, memiliki pekerjaan yang menuntut aktivitas fisik, atau sekadar ingin tetap bugar, asupan protein yang cukup berperan besar dalam menjaga performa tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Director of Sports Performance and Nutrition Education di Herbalife, Krissy Ladner mengatakan protein berfungsi sebagai bahan dasar untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot. Setiap aktivitas, mulai dari berjalan, mengangkat barang, hingga berolahraga memberikan tekanan pada serat otot.
"Di sinilah protein bekerja, membantu proses pemulihan sekaligus menjaga massa otot tanpa lemak," kata dia.
Manfaat ini tidak hanya berdampak pada kekuatan fisik, tetapi juga mobilitas dan kesehatan metabolisme dalam jangka panjang. Otot yang terjaga dengan baik membantu tubuh tetap aktif di berbagai fase usia.
Tak hanya itu, protein juga berperan dalam sistem metabolisme. Massa otot tanpa lemak termasuk jaringan aktif yang membantu tubuh membakar energi lebih efisien. Artinya, kecukupan protein dapat mendukung pengelolaan berat badan sekaligus menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Salah satu kesalahan yang umum terjadi adalah menganggap protein hanya penting setelah olahraga berat. Padahal, tubuh justru mendapatkan manfaat maksimal jika protein dikonsumsi secara konsisten sepanjang hari.
Distribusi protein di setiap waktu makan membantu menjaga kadar energi tetap stabil, mempertahankan massa otot, serta mengontrol rasa lapar. Makanan tinggi protein juga cenderung lebih mengenyangkan, sehingga dapat mencegah keinginan ngemil berlebihan akibat lonjakan dan penurunan energi.
"Pendekatan ini juga mendukung pemulihan dari aktivitas fisik sehari-hari. Mengombinasikan protein dengan karbohidrat setelah beraktivitas membantu mengisi kembali cadangan energi sekaligus mendukung perbaikan otot," jelas Ladner.
Tak kalah penting adalah memilih sumber protein yang beragam dan berkualitas. Protein hewani seperti ikan, ayam tanpa lemak, telur, dan produk susu rendah lemak mengandung asam amino esensial yang mudah diserap tubuh.
Mengutip British Health Foundation, di sisi lain, protein nabati dari kacang-kacangan, kedelai, biji-bijian, dan gandum utuh juga memberikan manfaat tambahan berupa serat dan fitonutrien. Mengombinasikan keduanya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi secara lebih optimal.
Dalam rutinitas yang padat, memenuhi kebutuhan protein memang bisa menjadi tantangan. Namun, solusi praktis seperti camilan tinggi protein, smoothie, atau shake dapat membantu menjaga asupan tetap terpenuhi tanpa harus mengonsumsi porsi besar.
Penting untuk menjaga kekuatan
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan kemampuan dalam mempertahankan massa otot. Kondisi ini bahkan bisa mulai terjadi sejak usia paruh baya dan berisiko memengaruhi kekuatan, keseimbangan, serta mobilitas.
Asupan protein yang cukup menjadi kunci untuk memperlambat proses tersebut. Dengan menjaga massa otot, tubuh tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti menaiki tangga, membawa barang, hingga menjaga keseimbangan.
"Protein bukan hanya untuk atlet atau tujuan tertentu. Ini adalah nutrisi harian yang mendukung pergerakan, pemulihan, dan vitalitas jangka panjang," tutup Ladner.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1

















































