Tak Sama, Ini Beda Skema Murur dan Tanazul dalam Haji 2026

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Kamis, 14 Mei 2026 16:20 WIB

Skema murur dan tanazul diberlakukan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 untuk mengurangi kepadatan di beberapa titik. Apa beda murur dan tanazul? Ilustrasi. Skema murur dan tanazul diberlakukan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 untuk mengurangi kepadatan di beberapa titik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepadatan membayangi setiap pelaksanaan haji, utamanya saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sedangkan jemaah haji tak semuanya dalam kondisi pria, seperti lansia dan orang-orang berisiko.

Skema murur dan tanazul diterapkan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 untuk mengurangi kepadatan sekaligus melindungi jemaah lansia dan kelompok berisiko.

Namun, sering kali orang menganggap bahwa murur dan tanazul merupakan dua skema yang serupa. Padahal, keduanya berbeda. Apa beda murur dan tanazul?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beda murur dan tanazul

Pada dasarnya, baik murur maupun tanazul merupakan skema yang diterapkan untuk memecah kepadatan saat puncak ibadah haji. Sepintas sama, tapi sebenarnya berbeda.

Murur

Menyitat dari laman Himpuh, murur merupakan skema pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan cara melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus.

Dalam skema ini, jemaah tetap melewati area Muzdalifah sebagai bagian dari ibadah. Namun, jemaah tidak melaksanakan mabit atau bermalam di Muzdalifah.

Skema ini utamanya diprioritaskan untuk jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk rukhsah atau keringanan demi menjaga keselamatan jemaah.

Nantinya, jemaah akan diberangkatkan dari Arafah menggunakan bus setelah Magrib. Bus yang ditumpangi jemaah akan melintas di Muzdalidah dan langsung melanjutkan perjalanan ke Mina.

Tanazul

Tanazul merupakan skema penginapan jemaah di Mina. Jika biasanya jemaah akan menginap di tenda, maka dalam skema tanazul jemaah akan kembali ke hotel di Makkah usai menyelesaikan lempar jumrah.

Mina sendiri dikenal sebagai salah satu titik paling padat dalam rangkaian ibadah haji. Skema ini diberlakukan untuk mengurangi kepadatan di Mina.

Pemerintah menyebutkan, skema ini akan diterapkan pada puluhan ribu jemaah dari ratusan kelompok terbang, utamanya mereka yang menginap di kawasan dengan akses dekat ke Jamarat.

Skema ini tetap memungkinkan jemaah melakukan lempar jumrah. Hanya saja, jemaah tidak akan kembali mabit ke tenda di Mina.

Dengan demikian, jemaah haji bisa mengetahui jelas beda murur dan tanazul. Murur fokus pada proses pergerakan di Muzdalifah, sementara tanazul berkaitan dengan pergerakan di Mina.

Kendati demikian, pada intinya kedua skema ini sama-sama diterapkan untuk melindungi dan menjamin keselamatan jemaah haji.

Banner Microsite Haji 2026

(asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |