Tarif Trump Sasar ke Mana-mana, Termasuk Pulau Tak Berpenghuni

20 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden AS Donald Trump memastikan setiap sudut terpencil di dunia tetap dikenakan tarif global. Kepulauan Heard dan McDonald yang tak berpenghuni juga dipastikan tak bisa bersembunyi dari serangan tarif global.

Wilayah Australia di Samudra Hindia sub-Antartika dikenai tarif 10 persen atas semua ekspornya, meskipun kepulauan es itu tidak memiliki penduduk sama sekali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AFP pada Rabu (2/4) memberitakan dua kawasan itu hanya dihuni banyak anjing laut, penguin, dan burung lainnya.

Rangkaian titik laut di seluruh dunia, termasuk Kepulauan Cocos (Keeling) Australia dan Komoro di lepas pantai Afrika, juga dikenai tarif baru sebesar 10 persen.

Pencantuman lain yang menarik perhatian dalam daftar tarif adalah Myanmar, yang baru saja bangkit dari gempa bumi yang menewaskan hampir 3.000 orang, dan ekspornya ke AS sekarang akan menghadapi pungutan baru sebesar 44 persen.

[Gambas:Video CNN]

Kepulauan Falkland milik Inggris yang berpenduduk 3.200 orang dan sekitar satu juta penguin mendapat hukuman khusus.

Wilayah Atlantik Selatan itu yang sebagian besar terkenal karena perang 1982 dan diperjuangkan Inggris untuk mengusir invasi Argentina malah dihantam tarif 41 persen atas ekspor ke Amerika Serikat.

Sedangkan calon penguasa Kepulauan Falkland, Argentina, hanya menghadapi tarif baru sebesar 10 persen.

Menurut Kamar Dagang Kepulauan Falkland, wilayah tersebut berada di peringkat 173 di dunia dalam hal ekspor global, dengan hanya US$306 juta produk yang diekspor pada 2019.

Angka tersebut sudah termasuk US$255 juta dalam ekspor moluska dan US$30 juta ikan beku.

Trump pada Rabu (2/4) juga mengumumkan tarif setidaknya 10 persen untuk hampir semua barang yang masuk ke Amerika Serikat, ditambah tarif yang lebih tinggi lagi untuk puluhan negara yang memiliki defisit perdagangan tertinggi dengan Amerika Serikat.

Kebijakan Trump akan memberlakukan tarif dasar 10 persen untuk semua barang dari semua negara kecuali yang mematuhi perjanjian perdagangan bebas USMCA antara Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Sementara barang yang tidak mematuhi akan terus dikenakan tarif 25 persen.

Importir barang dari negara lain akan mulai membayar tarif dasar 10 persen pada Sabtu (5/4) pukul 00.01 waktu setempat.

Sekitar 60 negara, yang oleh pejabat senior pemerintahan Trump disebut sebagai "pelanggar terburuk," akan dikenakan tarif setengah dari tarif yang mereka kenakan kepada Amerika Serikat. Tarif timbal balik tersebut akan mulai berlaku pada tanggal 9 April pukul 00.01 waktu setempat.

Kebijakan baru itu merupakan perubahan dramatis dalam perdagangan global dan kebijakan ekonomi. Kebijakan ini bertujuan untuk memulihkan kecakapan manufaktur AS dan neraca perdagangan.

Namun, kebijakan tarif baru ini dianggap akan meningkatkan perang dagang global yang terus mengemuka dan konsumen Amerika akan merasakan kenaikan harga di saat perekonomian sedang genting.

(afp/chri)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |