Jakarta, CNN Indonesia --
Setidaknya satu orang meninggal dunia usai serangan udara menghantam dua kapal tanker minyak di perairan Irak, Kamis (12/3).
Juru bicara militer Irak Letnan Jenderal Saad Maan mengatakan satu anggota kru kapal tewas dan 38 orang lainnya diselamatkan usai dua kapal tanker minyak diserang di pelabuhan Al Faw.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua kapal tanker minyak menjadi sasaran tindakan sabotase yang pengecut," kata Maan, seperti dikutip Irak News Agency (INA).
Ia menegaskan serangan tersebut "merupakan pelanggaran kedaulatan Irak" karena terjadi di dalam perairan teritorial Irak.
"Irak berhak mengambil tindakan hukum," tukasnya seperti dikutip Al Jazeera.
Seorang pejabat keamanan Irak mengatakan kepada Reuters bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan kapal-kapal Iran yang bermuatan bahan peledak merupakan dalang di balik serangan terhadap dua tanker asing tersebut.
Direktur jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak, Farhan Al Fartousi mengatakan kepada CNN bahwa korban yang diselamatkan seluruhnya warga negara asing.
Rekaman yang diverifikasi CNN menunjukkan kapal-kapal yang terbakar merupakan Zefyros berbendera Malta dan Safesea Vishnu berbendera Marshall Islands. Pemilik terdaftar dari Safesea Vishnu adalah perusahaan yang berbasis di AS, Safesea Transport Inc., sedangkan pemilik Zefyros berbasis di Yunani.
Imbas serangan ini, Irak menghentikan operasi di terminal minyak pelabuhan tersebut.
(blq/rds)

4 hours ago
1

















































