TNI Gugur di Lebanon, Al Irsyad Al Islamiyyah Desak Pemerintah Ambil Sikap Tegas

8 hours ago 2

Pihak keluarga masih menantikan kepastian kepulangan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia UNIFIL di Lebanon.

Ketua Umum PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Prof Faisol Nasar Bin Madi menyebut ketiga prajurit tersebut sebagai putra terbaik bangsa yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Mereka adalah almarhum Kapten Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muchammad Nur Ichwan, dan Praka Fahrizal Ramadhon. Selain itu, pihaknya juga mendoakan kesembuhan bagi prajurit TNI lainnya yang mengalami luka dalam insiden tersebut.

Menurut Faisol, serangan yang dilakukan militer Israel terhadap pasukan perdamaian merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Ia menilai aksi tersebut melanggar prinsip kemanusiaan serta mencederai norma dan hukum internasional yang menjadi dasar misi perdamaian global.

“Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi dunia, termasuk bagi bangsa Indonesia, bahwa rezim Zionis Israel telah berulang kali menunjukkan ketidakpatuhan terhadap hukum internasional, ketidakmampuan menghormati lembaga dan misi perdamaian dunia, serta sikap yang tidak menghargai kedaulatan dan martabat negara lain, termasuk Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Al Irsyad secara tegas mengutuk tindakan agresif tersebut yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI dan korban luka. Organisasi ini juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Fahrizal Ramadhon yang dinilai sebagai syuhada bangsa dalam tugas kemanusiaan.

Lebih lanjut, Faisol menegaskan bahwa insiden ini memperlihatkan ketidakseriusan Israel dalam menjalankan komitmennya terhadap hukum internasional dan perdamaian global. Oleh karena itu, Al Irsyad mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas dan terukur.

Langkah tersebut antara lain dengan memperkuat diplomasi di forum internasional, mengkaji ulang segala bentuk hubungan atau komunikasi dengan Israel, serta mempertegas posisi Indonesia dalam membela keadilan dan kemerdekaan bangsa Palestina.

Selain itu, Al Irsyad juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga kehormatan negara, mendukung prajurit TNI, dan terus memperjuangkan nilai-nilai keadilan serta kemanusiaan di tingkat global.

“Kami meyakini bahwa pengorbanan para prajurit bangsa tidak boleh sia-sia, dan harus menjadi penguat bagi komitmen Indonesia untuk berdiri di garis depan dalam menegakkan keadilan dunia,” kata Faisol.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |