Tokoh Sayap Kanan Prancis Sebut Trump Blunder Serang Iran

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin sayap kanan dari partai National Rally (RN), Prancis Marine Le Pen, pada Rabu (25/3) menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kesalahan besar dengan menyerang Iran.

"Apa yang saya lihat adalah AS jelas salah perhitungan dengan mengira rezim Iran akan runtuh dalam beberapa hari. Kenyataannya tidak demikian. Rezim Iran sangat kuat," ujar Le Pen, dalam wawancara dengan radio France Inter, dikutip Middle East Monitor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai tujuan perang Trump tidak konsisten dan mempertanyakan sasaran akhir konflik tersebut.

Menurutnya, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang ingin dicapai Washington.

Le Pen juga menekankan bahwa perang telah berdampak pada sejumlah negara Teluk dan menyebabkan ketidakseimbangan besar dalam pasokan energi.

"Rusia adalah pemasok energi bagi Hungaria, sementara Ukraina menghambat pasokan minyak Rusia ke Hungaria," ujarnya.

Pemimpin National Rally itu menggambarkan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban sebagai "simbol perlawanan" terhadap Komisi Eropa.

"Ini merupakan hal yang wajar bagi saya untuk datang mendukung sekutu kami dalam situasi pemilu," ujar Le Pen.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mencampuri urusan dalam negeri Hungaria.

Eskalasi kawasan terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan itu telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan itu menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan internasional.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |