Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Gempa M7,7 Mbat, NTT, di Labuan Bajo, Minggu (16/8)(MI/Marianus Marselus )
WAKIL Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyebut sedikitnya 51 orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Data tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan tanggap darurat bencana gempa di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Minggu (16/8).
Dante mengatakan, selain korban meninggal, tercatat 36 orang mengalami luka berat dan 77 orang luka ringan. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan.
“Totalnya ada 51 orang yang meninggal, luka berat 36, luka ringan 77. Saya kira ini akan bertambah terus,” kata Dante dalam rapat koordinasi tersebut.
Menurut Dante, salah satu persoalan utama dalam penanganan bencana adalah terganggunya fasilitas pelayanan kesehatan. Dari 21 rumah sakit yang berada di Pulau Flores, sebanyak 16 rumah sakit mengalami kerusakan berat, empat rumah sakit masih dapat beroperasi sebagian, sementara satu rumah sakit di Manggarai dilaporkan tidak dapat beroperasi.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dari total 190 puskesmas di Flores, sebanyak 122 masih beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 puskesmas mengalami kerusakan total. Sebanyak 19 puskesmas tersebut tersebar di Manggarai Timur tiga unit, Manggarai lima unit, Nagekeo empat unit, dan Manggarai Barat empat unit.
Kementerian Kesehatan, kata Dante, akan mengoptimalkan sejumlah rumah sakit rujukan, antara lain RSUD Borong, RS Ruteng, RS Bajawa, RSUD Nagekeo, dan RSUD Ende. Pemerintah juga terus memobilisasi tenaga medis untuk memperkuat pelayanan di wilayah yang paling terdampak.
Dante menyebut sejumlah tenaga medis dari Poltekkes Kemenkes di Sulawesi Selatan telah berada di Labuan Bajo dan siap diberangkatkan ke wilayah yang membutuhkan. Kebutuhan tenaga kesehatan terutama diprioritaskan untuk wilayah Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.
“Kami intinya siap. Saat provinsi melaporkan, tim medis berjalan terus. Yang penting kami dibantu untuk membawa bantuan sampai ke lokasi,” ujar Dante.
Kementerian Kesehatan juga telah mengerahkan Emergency Medical Team (EMT), mengaktifkan Emergency Operation Center di sembilan lokasi yang terdiri atas satu di tingkat provinsi dan delapan kabupaten, serta menyalurkan bantuan obat-obatan dan peralatan medis.
Bantuan yang dikirim meliputi paket obat-obatan dasar, delapan paket emergency kit, sekitar 10.000 masker, 20.000 masker bedah, oksigen konsentrator, serta tenda untuk pos kesehatan. Pemerintah memastikan dukungan kesehatan akan terus diberikan berdasarkan perkembangan kebutuhan di wilayah terdampak gempa.(H-2)














































