Wamenkeu Beberkan Kinerja Surat Utang RI Lebih Baik dari India-Afsel

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan kinerja pasar surat utang Tanah Air tetap resilien di tengah dinamika global saat ini. Hal ini ditunjukkan oleh yield atau imbal hasil surat berharga negara (SBN) yang menurun terhadap US Treasury (UST) dan sejumlah surat utang negara lainnya.

Juda mengatakan yield SBN valas dan SBN rupiah tenor 10 tahun mulai mengalami stabilisasi. Saat ini, yield SBN valas atau dolar AS mencapai 5,24% per Mei 2026, dan SBN rupiah 6,78% per Mei 2026.

"Kalau yield masih bisa terjaga seperti ini artinya apa, investor domestik dan global masih percaya dengan kondisi fiskal kita," kata Juda dalam Rakorbangpus 2026 Dalam Rangka Penyusunan RKP Tahun 2027, Kamis (7/5/2026).

Tingkat yield ini lebih rendah dibandingkan masa krisis 2008 dan sebagainya. Lebih lanjut, Juda memastikan spread yield SBN dan UST tetap terjaga di kisaran 237 basis poin (ytd).

Ini lebih rendah jika dibandingkan negara-negara lain, Filipina (259 bps), Afrika Selatan (454 bps), India (263 bps), Meksiko (462 bps) dan Brasil (956 bps). "Kita masih bisa menjaga spread dan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap fiskal kita masih cukup kuat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dia mengakui bahwa pengelolaan fiskal pada tahun ini cukup menantang karena adanya kenaikan harga minyak dunia yang mendorong belanja subsidi BBM. Di tengah guncangan ini, pemerintah menekankan subsidi BBM tetap dipertahankan guna menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah juga mematok skenario terburuk untuk harga minyak yakni US$ 100 per barel. Sementara saat ini, harga rerata minyak di Tanah Air sebesar US$ 80-an per barel. Artinya, kata Juda, gap-nya masih besar sehingga pemerintah percaya diri mampu mengontrol APBN tetap terjaga.

Pasalnya, di sisi lain, pemerintah juga menerapkan refocusing anggaran. Dengan langkah ini, Juda yakin defisit bisa terjaga di bawah 3%.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |