REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tengah mengakselerasi pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di lima lokasi strategis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dan mewujudkan kemandirian masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menjelaskan bahwa lima titik yang disiapkan meliputi Kelurahan Ampenan Utara, Abian Tubuh Baru, Monjok Are, Babakan, dan Selagalas. Ia menegaskan bahwa seluruh pembiayaan konstruksi fisik gedung KMP bersumber sepenuhnya dari anggaran pemerintah pusat.
"Saat ini, pembangunan fisik telah dimulai di Kelurahan Ampenan Utara. Untuk Kelurahan Abian Tubuh, kepastian lahan sudah final, sementara tiga lokasi lainnya masih dalam tahap finalisasi penyiapan lahan," ujar Jemmy di Mataram, Sabtu (17/1/2026).
Sesuai regulasi, setiap unit KMP memerlukan lahan seluas 600 hingga 1.000 meter persegi. Persyaratan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Mataram yang memiliki keterbatasan wilayah sebagai ibu kota provinsi. Guna menyiasati hal tersebut, Pemkot Mataram memprioritaskan penggunaan aset lahan milik pemerintah kota untuk mempercepat proses administratif tanpa harus bergantung pada persetujuan lahan dari tingkat provinsi.
Hingga saat ini, koordinasi intensif terus dilakukan dengan para lurah untuk memastikan ketersediaan lahan yang sesuai standar. "Dari 50 kelurahan di Kota Mataram yang sudah membentuk kepengurusan KMP, Kelurahan Ampenan Utara menjadi pionir yang sudah mulai beroperasi sembari menunggu penyelesaian gedung barunya," tambah Jemmy.
Selain fokus pada infrastruktur, Dinas Koperasi juga memastikan seluruh aspek administratif, terutama legalitas badan hukum koperasi yang akan mengelola gerai-gerai KMP tersebut, telah rampung. Pihak dinas menyatakan bahwa secara manajerial dan kelembagaan, seluruh kelurahan sudah sangat siap; kendala utama saat ini murni hanya pada aspek pengadaan lahan yang luas.
Pemerintah Kota Mataram optimistis kehadiran gerai KMP akan menjadi katalisator bagi distribusi produk UMKM lokal. KMP dirancang bukan sekadar toko ritel, melainkan wadah promosi dan penjualan yang terorganisir untuk mendongkrak kesejahteraan pelaku usaha mikro di Mataram.
"KMP akan mempermudah promosi dan akses pasar bagi produk UMKM kita, sehingga dampak ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas," pungkasnya.
sumber : Antara

3 hours ago
1















































