Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sebanyak 1.953 orang di negara ini tewas imbas serangan brutal Israel sejak 2 Maret.
Dari jumlah tersebut, 357 di antaranya tewas dalam serangan membabi buta Israel hanya pada Rabu (8/4), sehari setelah pengumuman gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat Lebanon juga mengatakan saat ini "sebagian besar jenazah" belum teridentifikasi, demikian dikutip Middle East Eye, Sabtu (11/4).
Israel menggempur habis-habisan Lebanon sejak awal Maret 2026. Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Pasukan Zionis dan militer Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari.
Operasi brutal AS-Israel menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lain tewas.
Milisi di Lebanon Hizbullah lalu meluncurkan serangan balasan ke Israel usai Khamenei dikonfirmasi tewas. Hari-hari setelah itu, Israel tak henti menggempur Lebanon.
Pemerintah Lebanon berusaha keras mencari jalan diplomatik untuk mengatasi konflik itu. Kedua pihak kemudian sepakat mengadakan perundingan damai yang bakal dimulai pada 14 April di AS.
Negosiasi dilaporkan dimulai dengan pertemuan Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon untuk Amerika Serikat Nada Hamadeh Moawad.
Sementara itu, Duta Besar AS untuk Lebanon Michael Issa disebut akan menjadi mediator dalam pembicaraan itu. Sejauh ini, belum ada informasi tambahan soal perundingan Israel-Lebanon.
(isa/chri)
Add
as a preferred source on Google

15 hours ago
3














































