Bocah 9 Tahun Disekap Ayahnya Selama 1,5 Tahun di Mobil Boks

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun berhasil diselamatkan setelah disekap di dalam mobil boks milik ayahnya di wilayah timur Prancis sejak tahun 2024.

Saat ditemukan, bocah tersebut dalam kondisi memprihatinkan karena mengalami gizi buruk kronis dan kehilangan kemampuan berjalan.

Pihak kejaksaan setempat mengungkapkan bahwa anak tersebut telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif, sementara sang ayah telah ditahan oleh pihak berwenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi penyelamatan bermula pada Senin (6/4) lalu di desa Hagenbach, dekat perbatasan Swiss dan Jerman. Seorang tetangga melaporkan adanya "suara anak-anak" yang bersumber dari sebuah mobil boks yang terparkir.

Seperti dilansir ABC News, berdasarkan keterangan Jaksa Nicolas Heitz pada Sabtu (11/4), polisi menemukan pemandangan mengerikan setelah memaksa pintu mobil terbuka.

Bocah tersebut ditemukan telanjang dalam posisi meringkuk, tertutup selimut di atas tumpukan sampah dan kotoran.

Korban tidak bisa lagi berjalan karena terlalu lama berada dalam posisi duduk atau meringkuk di ruang sempit selama sekitar 1,5 tahun. Bocah tersebut mengaku tidak pernah mandi sekalipun sejak November 2024.

Kepada penyelidik, sang ayah mengeklaim bahwa ia menyekap putranya sejak November 2024, saat korban masih berusia 7 tahun, dengan alasan untuk "melindunginya". Ia berdalih pasangannya ingin mengirim bocah tersebut ke rumah sakit jiwa.

Namun, jaksa mematahkan klaim tersebut dengan fakta-fakta seperti tidak adanya catatan medis yang menunjukkan anak tersebut memiliki gangguan kejiwaan sebelum menghilang.

Korban tercatat memiliki nilai yang baik di sekolah sebelum penyekapan terjadi. Pihak sekolah diberitahu bahwa anak tersebut pindah sekolah, sementara keluarga dan teman-teman diberitahu bahwa korban berada di institusi psikiatri.

Sang ayah kini menghadapi dakwaan awal penculikan dan pelanggaran berat lainnya. Sementara itu, pasangan sang ayah mengeklaim tidak tahu-menahu bahwa bocah itu ada di dalam mobil.

Namun, ia tetap dikenakan dakwaan awal atas kelalaian membantu anak di bawah umur yang dalam bahaya dan kini berada di bawah pengawasan yudisial.

Kakak perempuan korban (12) dan putri dari pasangan ayahnya (10) kini berada di bawah pengasuhan dinas sosial. Kejaksaan tengah menyelidiki apakah ada pihak lain yang sebenarnya mengetahui keberadaan bocah tersebut selama ini.

Warga desa Hagenbach menyatakan keterkejutan luar biasa atas insiden ini. Mereka mengaku sama sekali tidak menyangka ada praktik penyekapan keji yang terjadi tepat di lingkungan mereka selama lebih dari setahun.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |