15 Kabupaten dan Kota di Jabar Terdampak Bencana Kekeringan

2 hours ago 7

Musim kemarau (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan sebanyak 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat terdampak bencana kekeringan. Dengan rincian, 89 kecamatan di 15 kabupaten dan kota tersebut mengalami bencana kekeringan.

"Wilayah terdampak kekeringan sebanyak 89 kecamatan di 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat," ucap Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Dari 15 kabupaten dan kota yang terdampak kekeringan, ia menyebutkan wilayah Kabupaten Bogor paling terdampak dengan 24 kecamatan mengalami kekeringan. Disusul Kabupaten Tasikmalaya dengan 12 titik kecamatan alami kekeringan dan Kabupaten Bekasi dengan 9 titik kecamatan.

Sementara itu, jumlah warga yang terdampak mencapai 61.505 kepala keluarga atau 205.567 jiwa. Dengan kondisi bencana kekeringan, pihaknya terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

"4 juta liter air bersih telah didistribusikan ke 15 kabupaten dan kota," kata dia.

Hadi menambahkan tanda-tanda kekeringan yang terlihat di 15 kabupaten dan kota tersebut yaitu curah hujan rendah, tanah menjadi kering dan retak. Selain itu, sumber air dari sumur dan mata air berkurang dan juga gagal panen serta terganggu aktivitas masyarakat.

Di satu sisi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca dingin ekstrem di wilayah Bandung Raya selama musim kemarau. Suhu udara terendah sempat tercatat di angka 16 derajat celcius.

Plt Kepala BMKG Bandung Edi Wibowo mengatakan wilayah Bandung Raya pada bulan Juli sudah memasuki awal musim kemarau. Selain itu, suhu dingin ekstrem cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau yaitu di malam hari hingga pagi hari.

"Saat musim kemarau, pada siang hari, terik sinar matahari maksimal karena tutupan awan sedikit atau tidak ada tutupan awan, akibatnya permukaan bumi menerima radiasi yang maksimal," ucap dia, Selasa (28/7/2026).

Di malam hari, ia melanjutkan bumi akan melepaskan energi. Karena tidak ada awan, Edi mengatakan di malam hari hingga dini hari, radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan.

"Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya adalah suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari," kata dia.

Selain itu, penyebab tambahan mengapa suhu udara menjadi dingin pada musim kemarau karena adanya musim dingin di wilayah Australia. Terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau lebih dikenal dengan angin monsun Australia.

"Yang juga merupakan penyebab utama terjadinya musim Kemarau di Indonesia. Angin monsun Australia ini membawa udara yang dingin dan kering yang berada di wilayah Australia ke wilayah Indonesia yang berada di wilayah belahan bumi selatan," kata dia.

Edi menambahkan suhu minimum di Kota Bandung sempat tercatat di angka 16,6 derajat celcius pada tanggal 26 Juli 2026.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |